alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polres Luwu : Hoax Tsunami Rawan Dimanfaatkan Pelaku Pencurian

Chaeruddin
Polres Luwu : Hoax Tsunami Rawan Dimanfaatkan Pelaku Pencurian
Kepanikan luar biasa terjadi di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, Selasa (02/10/2018) usai mendapat informasi bakal terjadi tsunami. Mereka memilih mengungsi di pegunungan. Foto : Chaeruddin/SINDOnews

BELOPA - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Luwu, AKP Faizal Syam angkat bicara soal maraknya informasi hoax terkait bencana tsunami mengancam Kabupaten Luwu.

Dengan tegas pihak Polres Luwu akan menindaki oknum penyebar informasi hoax. Menurutnya, tindakan itu telah meresahkan warga yang belakangan ini merasa panik dan meninggalkan tempat tinggalnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh adanya informasi yang tidak benar itu.

"Jangan mudah percaya kabar tentang tsunami namun warga harus tetap waspada. Saya ingin mengimbau warga jangan sampai isu tsunami ini dimanfaatkan komplotan pencuri," sebut Faizal.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu, H Amru Saher mengimbau warganya agar tidak ikut menyebar luaskan informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Bahkan dia meminta kepada warga di Kabupaten Luwu untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

"Janganlah kita menjadi sumber keresahan di tengah masyarakat. Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Luwu untuk bijak dan cerdas dalam bersosmed, jangan jadi penyebar hoax apa lagi sebagai sumber hoax itu sendiri," ujarnya.

Atas informasi yang telah meresahkan warga, Amru pun mengintruksikan kepada seluruh aparat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu hingga tingkat kelurahan dan desa agar melakukan edukasi kepada masyarakat.

"Di tengah maraknya berita hoax, pemerintah harus hadir memberikan pencerahan kepada warga. Mengimbau agar warga tidak langsung menyebarluaskan informasi tanpa mengecek kebenarannya," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa dini hari, ribuan warga Kabupaten Luwu dan Kota Palopo dilanda kepanikan yang luar biasa akan adanya bahaya tsunami.

Kepanikan ini diakibatkan beredarnya informasi hoax secara masif melalui media social facebook dan pesan singkat whatsapp.

Ribuan warga di dua kabupaten di Luwu Raya mengungsi ke pegunungan dari pukul 22.00 wita hingga pagi hari. Info tsunami ini diperkuat adanya informasi gempa di Kabupaten Sinjai malam tersebut dan matinya listrik PLN sekira 2 menit malam itu juga.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads