alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bupati Enrekang Adopsi Remaja Yatim Piatu Korban Bencana Palu

Aris Bafauzi
Bupati Enrekang Adopsi Remaja Yatim Piatu Korban Bencana Palu
Bupati Enrekang, Muslimin Bando bersama Aska remaja asal Kota Palu yang ikut bersamanya tinggal di rumahnya di Kabupaten Enrekang. Foto : Istimewa

ENREKANG - Aska remaja 18 tahun asal Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini tengah berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk memulai kehidupan barunya.

Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi tidak hanya menghilangkan tempat tinggalnya. Guncangan bumi yang disertai gelombang air laut juga menghilangkan nyawa kedua orangtuanya.

Mendengar cerita Aska, Bupati Enrekang, Muslimin Bando yang kala itu berada di lokasi pengungsian terenyah, Jumat (05/10/2018). Kisah haru di lokasi pengungsian membuat hati Muslimin Bando terpukul.



Dia yang menempatkan dirinya sebagai orangtua tak kuasa mendengarkan kisah Aska yang telah kehilangan sandaran hidup.

Tak berpikir panjang, Muslimin Bando pun mengajak Aska untuk ikut dan tinggal bersamanya di Enrekang.

"Kedua orangtuanya telah meninggal, dalam peristiwa Gempa dan Tsunami. Kalau Aska mau ikut saya ke Enrekang, tinggal sama saya dan kita carikan pekerjaan di sana," ajak Muslimin kala itu.

Atas niatan tersebut, kini Aska telah berada di Enrekang yang ikut bersama kepulangan rombongan Muslimin Bando yang telah menyalurkan bantuan hingga 200 ton logistik.

Bahkan Muslimin Bando mengajak semua pihak untuk memikirkan nasib pengungsi yang telah kehilangan anggota keluarganya agar mereka bisa melanjutkan perjalanan hidupnya. Tentu melalui aturan dan syarat yang berlaku.

"Cari mereka yang telah kehilangan anggota keluarganya, dan tak punya lagi sandaran hidup. Ajak mereka, adopsi mereka. Dan rawat mereka seperti anak sendiri. Semoga Allah meridhoi niat baik kita,"  ucapnya, Minggu (07/10/2018).

Sementara Aska mengucap syukur atas niatan dan bantuan Muslimim Bando. Sesekali terseduh, Aska menerima ajakan Bupati Enrekang dua periode tersebut.

"Saya tak tahu mau bilang apa, saya hanya bisa ucapkan banyak terimakasih. Disini orang tua saya sudah meninggal karena musibah gempa. Saya mau ikut," tutur Aska sambil meneteskan air mata.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook