alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wilayah Pesisir Kabupaten Maros Alami Krisis Air Bersih

Najmi Limonu
Wilayah Pesisir Kabupaten Maros Alami Krisis Air Bersih
Kondisi kekeringan di Dusun Mangarabombang, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel, Senin (08/10/2018), menyebabkan terjadinya krisis air. Foto : Maman Sukirman/SINDOnews

MAROS - Musim kemarau yang melanda seluruh wilayah di Sulsel sangat berdampak terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Seperti di Kabupaten Maros, sebagian wilayah pesisir mengalami kondisi kekeringan.

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bantimurung, Abdul Baddar mengatakan, kondisi kekeringan tersebut sangat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat pelanggan. Termasuk di wilayah dataran tinggi.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, dia menginstruksikan pihaknya membagikan langsung air bersih sesuai kebutuhan warga sekitar. Termasuk melakukan pompanisasi air baku di tiga Instalasi Pengelolaan Air (IPA) milik PDAM Tirta Bantimurung.



"Kalau produksi air setiap hari tidak mengalami penurunan. Jumlahnya tetap seperti biasa. Namun pemakaian warga meningkat, karena tidak ada alternatif air hujan atau air sumur yang digunakan warga," terang Baddar, Senin (08/10/2018).

"Sehingga mereka semua menggunakan air bersih dari PDAM. Biasanya warga mengambil air untuk MCKnya dari air sumur. Tapi dengan musim kemarau ini, banyak sumur yang mengering, sehingga warga beralih ke PDAM. Ini juga salah satu dilema tersendiri, karena dengan siklus seperti ini, maka pasti ada warga yang tidak kebagian air bersih," sambung dia.

Baddar merincikan, dari tiga IPA milik PDAM Maros yakni Bantimurung, Tanralili, Pantotongan hanya mampu menghasilkan sekitar 290 liter perdetik. Namun saat ini hanya bisa maksimal sekitar 270 liter perdetik saja.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook