alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Warga Pulau Terpencil di Polman Kesulitan Air Bersih

Asrianto Suardi
Warga Pulau Terpencil di Polman Kesulitan Air Bersih
Warga Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar mengandalkan sumur tua ini untuk mengambil air bersih. Foto: Asrianto Suardi/SINDOnews

POLMAN - Dampak kekeringan juga mulai dirasakan oleh warga pulau terpencil, di Dusun Kapejang, Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Sejak kemarau melanda, sumur warga mulai mengering dan tak mengeluarkan air. Untuk mendapatkan sumber air bersih, warga terpaksa berjalan kaki sekitar 1 kilometer menuju sebuah sumur tua yang berada di atas bukit. Sumur tersebut merupakan satu-satunya sumur yang digunakan warga setempat untuk mendapatakan air.

Air yang diambil warga di sumur ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan minum.



Warga dusun Kapejang kecewa, pemerintah setempat seolah-olah tak memperhatikan kondisi mereka. Hal ini lantaran karena instalasi PDAM telah dipasang namun air tak juga mengalir.

"Percuma dipasang kilometer, karena sejak dipasang, air tidak pernah mengalir sampai disini," tutur Mariani, warga Dusun Kapejang.

Warga yang mengambil air di sumur tua tersebut harus antre selama 5 jam untuk mendapatkan air sebanyak satu baskom. Ini karena sumber mata air di sumur ini sudah mulai mengering. Bahkan warga keluar pulau ke Tonyaman untuk mengambil air menggunakan perahu.

"Biasanya masih jam 4 subuh, sudah ramai disini. Tolong itu pemerintah turun langsung ke sini lihat penderitaan kami pak," tutur warga.

Pulau Battoa dihuni sekitar 300 Kepala Keluarga yang terdiri dari dua dusun, yakni Lendang dan Kapejang. Dusun Lendang dihuni sekitar 224 KK, dan Dusun Kapejang dihuni sekitar 85 KK. Instalasi jaringan air PDAM sebenarnya sudah menjangkau pulau Battoa, namun hanya sampai di dusun Lendang.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook