alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Resahkan Warga,Enam Truk Pengangkut Timbunan Tanah Ditahan

Najmi Limonu
Resahkan Warga,Enam Truk Pengangkut Timbunan Tanah Ditahan
Truk pengangkut tanah timbunan yang melintas dianggap meresahkan warga. Foto: Najmi Limonu/SINDOnews

MAROS -  

Enam truk pengangkut hasil tambang galian C berupa tanah timbunan, terpaksa dihentikan warga Dusun Takkalasi, Desa Temmapaduae, Kecamatan Marusu. Pasalnya saat, truk tersebut ugal-ugalan. Tak hanya itu, warga merasa resah, karena debu yang diakibatkan dari truk yang mondar-mandir mengangkut tanah timbunan tersebut.

 

Truk tersebut merupakan milik seorang ASN Dinas Sosial Maros, Ibrahim. Truk Ibrahim dihentikan saat sementara mengangkut timbunan proyek perumahan.

 

Salah seorang warga yang menghentikan truk tersebut, Mulyadi mengatakan, dia terpaksa menghentikan aktifitas truk tersebut, karena sopir truk pengangkut tanah terkesan tidak peduli dengan keselamatan pengendara lain. Penghentian truk itu merupakan salah satu protes warga setempat.  

 

Sementara itu, Kapolsek Lau, AKP Nano mengatakan, aksi tersebut dilakukan lantaran warga yang bermukim di pinggir jalan, terganggu akibat debu yang berterbangan ke rumah mereka. Debu tersebut membuat warga sesak nafas. Bahkan sejak adanya aktifitas truk pengangkut tanah itu, warga tak lagi berani membuka pintu rumahnya karena tak ingin rumahnya berdebu.  

 

"Pemilik perusahaan atau truk, juga tidak pernah berkoordinasi dengan pihak warga yang bermukim di pinggir jalan. Padahal jumlah truk cukup banyak dan berdampak debu berterbangan," katanya.

 

Keberadaan truk tersebut juga dinilai mengancam keselamatan anak-anak. Mereka kerap bermain di area jalanan. Untuk menghindari adanya kerusuhan dan amukan warga, Polsek Lau melakukan pengamanan. Polsek Lau melakukan mediasi antara pengusaha dan warga.

 

"Warga meminta, pengembang melakukan penyiraman jalan setiap hari supaya tidak berdebu. Truk juga dilarang ugal-ugalan," katanya.

 

Sementara pemilik CV Fahri Mulia, Ibrahim berjanji akan memenuhi permintaan warga dengan cara menyiram jalan yang berdebu. Perusahaan akan menggunakan truk tangki milik Damkar Maros. 

 

"Setelah melakukan negosiasi antara kedua belah pihak, akhirnya ada titik temu. Pihak perusahaan berjanji akan menyiram jalanan, supaya tidak lagi berdebu. Sopir truk juga akan membawa mobilnya secara perlahan. Setelah negosiasi tadi, enam truk pengangkut tanah akhirnya dibolehkan untuk melanjutkan perjalanannya," pungkas Nano



(agn)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads