alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Adnan Beberkan Penyebab Menurunnya Angka Pemilih di Gowa

Herni Amir
Adnan Beberkan Penyebab Menurunnya Angka Pemilih di Gowa
Suasana sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Deklarasi ASN pada Pemilihan Umum Tahun 2019 di Baruga Tinggimae, akhir pekan lalu. Foto: Istimewa

SUNGGUMINASA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyayangkan adanya perbedaa terkait waktu memilih bagi pemilih yang tidak disertai C6 atau surat pemberitahuan terdaftar di TPS, dan hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk.

Selama ini, masyarakat yang tak memperoleh C6 harus memilih di atas pukul 12.00 Wita. Dan hal ini juga tidak disosoalisasikan secara massif. Sehingga warga dataran tinggi yang sudah datang ke TPS di bawah pukul 12.00 Wita, lebih memilih pulang dari pada menunggu. Setelah pulang mereka tak lagi kembali, karena jarak tempuh yang sulit ke TPS.

Menurut Adnan, seharusnya KPU sudah tidak menyoal hal itu sepanjang warga tersebut terdaftar di DPT. Apalagi jika waktu pembagian C6 hanya 4 hari sama seperti pelaksanaan Pilgub lalu, sehingga secara otomatis tidak semua DPT memperoleh C6.

"Tenaga penyelenggara terbatas. Sehingga tidak mungkin semua DPT tercover. Apalagi Kabupaten Gowa 70% adalah dataran tinggi. Karena itu saya ungkapkan ini agar menjadi pertimbangan," ujarnya saat Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Deklarasi ASN pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Sulsel, di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa.

Akibatnya lanjut Adnan, partisipasi pemilih di Gowa menurun. Jika selama ini partisipasi pemilih dalam setiap perhelatan pesta demokrasi diatas 75%. Pada pilgub lalu hanya 67% dari 508.674 pemilih.

Padahal salah satu indikator kesuksesan penyelenggaraan pemilihan umum lanjut Bupati termuda kawasan timur Indonesia itu adalah tingkat partisiapsi pemilih.

"Sangat disayangkan hal teknis seperti ini meyebabkan partisipasi pemilih di Gowa menurun," ungkapnya.

Menanggapi itu, Ketua KPU Gowa Muhtar Muis mengatakan, sesungguhnya masyarakat yang tidak memperoleh C6 sepanjang terdaftar dalam DPT, maka bisa menggunakan hak demokrasinya dibawah pukul 12.00 Wita.

Dia mengakui, jika selama ini sosialisasi sampai ke KPPS masih minim. Sehingga ada yang membolehkan ada juga yang tidak mengizinkan. Mereka yang dilayani antara pukul 12.00 Wita hingga 13.00 Wita bagi yang tidak terdaftar dalam DPT.

"Kemarin karena keterbatasan waktu dan anggaran, kita hanya lakukan bimtek satu kali itupum hanya bagi ketua dan KPPS 4dan 5 yaitu penjaga pintu masuk.Sehingga banyak yang tidak mengetahui," ujarnya.

Agar hal ini tidak berulang, maka pihaknya akan lebih intens mengadakan sosialisasi dengan melibatkan semua anggota KPPS di semua kecamatan



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads