alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengamat Sebut Politik Uang Indikator Kemunduran Demokrasi

Luqman Zainuddin
Pengamat Sebut Politik Uang Indikator Kemunduran Demokrasi
Dialog Setop hoaks, isu SARA, dan politik uang pada Pemilu 2019. Berlangsung di salah satu warung kopi, di Jalan Bhayangkara, Makassar, Jumat (19/10/2018). Foto : Luqman Zainuddin/SINDOnews

MAKASSAR - Pengamat Politik asal Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makasar, Arqam Azikin menilai kualitas demokrasi di Indonesia dari tahun ke tahun makin menurun.

Indikatornya, seperti terjadinya praktek politik uang atau money politic. Bahkan, dia menganggap perang informasi hoaks yang kerap dilakukan untuk menjatuhkan lawan politik merupakan kemunduran demokrasi.

Hal tersebut diungkapkan Arqam saat menjadi pembicara dalam dialog "Setop hoaks, isu SARA, dan politik uang pada Pemilu 2019" di salah satu warung kopi, di Jalan Bhayangkara, Makassar, Jumat (19/10/2018).

"Kita sudah eksperimen politik selama 20 tahun, dan tidak ada peningkatan apa-apa. Banyak oknum politisi yang berbuat buruk, membuat hoaks ke sesamanya, dan menjatuhkan sesamanya. Begitu juga dengan politik uang, terus terulang," tukasnya.

Parahnya lagi kata dia, peran melawan politik uang sering disuarakan oleh para politisi. Namun masih kerap terjadi di tiap pesta demokrasi, baik di Pilkada, Pileg dan Pilpres.

"Siklus politik kita, mempatenkan geng politik, dan dendam politik," sambung dia.

Arqam khawatir jika persoalan-persolan itu tak bisa diredam, malah bisa berdampak pada generasi muda yang sangat rentan terkontaminasi.

Bahkan prilaku menyimpang para politisi diduga disebabkan pendidikan politik dari partai politik yang tidak mendalam.

"Pada jaman orde baru, tidak mudah menjadi caleg, karena partai melakukan kaderisasi. Tapi, sekarang, sudah sangat mudah. Bisakah negara kuat dengan sistem kita yang sekarang? Tidak," tegas Arqam.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk menekan semua persoalan ini sambung Arqam, adalah dengan komitmen ketua parpol masing-masing untuk menindaki prilaku menyimpang para legislatornya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads