alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Anak Pengungsi Palu Korban Pencabulan Dirumahkan di Shelter Aman

Budi Santoso
Anak Pengungsi Palu Korban Pencabulan Dirumahkan di Shelter Aman
Kepala DPPPA Makassar, Tenri A Pallalo. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Anak korban pencabulan asal Kota Palu, Sulteng SH (7) saat ini dalam penanganan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar.

Bersama keluarganya, SH dirumahkan di shelter aman atau rumah aman milik DPPPA Makassar.

"Setelah kami melihat perkembangan, kami merasa perlu mengosongkan rumah aman. Sekarang ini di sana tinggal keluarga pengungsi dan anaknya (korban pencabulan)," kata Kepala DPPPA Makassar, Tenri A Pallalo kepada SINDOnews, Minggu (21/10/2018).

Di rumah aman, SH mendapat pendampingan konsoler untuk pemulihan kondisi pisikis hingga penyelesaian proses hukum pelaku, MI (14) oleh Polrestabes Makassar.

Tenri menambahkan, rumah aman yang dulunya ditinggali korban kekerasan perempuan dan anak kini ditempatkan ke shelter warga dan shelter sementara lainnya. Demi memberikan perhatian khusus kepada SH yang merupakan pengungsi korban bencana gempa bumi Kota Palu.

"Korban kekerasan perempuan saya kirim ke shelter warga. Yang laki-laki kami buatkan shelter sementara sampai kasus ini selesai dan kami pulangkan kembali mereka ke rumah aman. Karena memang pemerintah hanya menyediakan satu rumah aman. Shelter sementara yang menjadi rumah aman yaitu shelter warga," jelas Tenri.

Baca Juga : Bejat! Pemuda 17 Tahun Ini Cabuli Anak di Bawah Umur

Sementara itu, demi mempercepat penanganan kasus tersebut, Tenri selaku Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar mengaku, telah membantu kinerja aparat kepolisian menguruskan identitas pelaku berupa akte kelahiran dan kartu keluarga (KK).

Apalagi pelaku terbilang masih belum cukup umur untuk diproses secara hukum.

"Saya mempercepat dengan jalan mengurus identitas pelaku, supaya dapat diproses. Karena kalau tidak punya identitas polisi akan ragu menetapkan sebagai tersangka, ada satu poin tidak terpenuhi. Dan memang ini anak (pelaku) sudah lama sekali di jalan," terang Tenri.

Di sisi lain, P2TP2A Makassar telah mencatat jumlah shelter warga dan rumah aman mencapai kurang lebih 28 unit. Bahkan, akan dikerjasamakan dengan TP PKK Makassar untuk menambah shelter warga di tiap wilayah kelurahan.

"Shelter warga ini merupakan keinginan warga untuk rumahnya dijadikan rumah aman. Rata-rata mereka mau jadikan rumahnya rumah aman setiap pertemuan, listrik kita bayar. Ada uang Rp600 ribu transpor ke pengurus, pemilik rumah tidak diberi. Inilah bentuk partisipasi pengurus dan warga yang rumahnya dijadikan shelter. Rumah aman ini sesuai SOP ditempati 4 kali 6 jam," ujar dia.

Baca Juga : Pelaku Pencabulan Anak Pengungsi Palu Terancam 5 Tahun Penjara

"Ada satu anak malah sudah setahun berada di rumah shelter wraga untuk menunggu penyelesaian kasus kekerasan anak yang dialami, hak asuh dan lain-lain," tambah Tenri.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads