alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Berkas Bermasalah, BKPSDM Luwu Gugurkan 29 Pelamar CPNS

Chaeruddin
Berkas Bermasalah, BKPSDM Luwu Gugurkan 29 Pelamar CPNS
Proses verifikasi berkas pelamar CPNS tahun 2018 di Kantor BKPSDM Kabupaten Luwu. Foto: Chaeruddin/SINDOnews

LUWU - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu menggugurkan 29 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam tahap verifikasi berkas.

Menurut Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu, Sulaiman, digugurkannya 29 pelamar CPNS ini setelah dilakukan verifikasi berkas dan ditemukan adanya beberapa masalah.

Disebutkan yakni seperti ijazah palsu seperti yang diberitakan sebelumnya serta, adanya ketidak sesuai data yang diinput pelamar dalam saat pendaftaran online dengan berkas dalam bentuk hard copy yang dikirim via pos ke BKPSDM.

"Ada juga karena kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan jabatan yang dipersyaratkan, pelamar guru tidak berasal dari tenaga pendidik. Contoh kasus pelamar menggunakan akta 4, sementara akta 4 sudah dinyatakan tidak berlaku lagi. Total yang kami gugurkan karena cacat berkas ada 29 orang," ujarnya.

Dari 29 pelamar yang digugurkan ini mereka seluruhnya dari pelamar CPNS jalur umum untuk tenaga guru dan tenaga tekhnis. Khusus di tenaga tekhnis ada 5 pelamar yang digugurkan yakni untuk posisi atau jabatan pekerja sosial.

Kepala BKPSDN menjelaskan, formasi tekhnis ada banyak jabatan yang disiapkan salah satunya adalah jabatan pekerja sosial dengan syarat kualifikasi pendidikan S1 kesejahteraan sosial atau D4 kesejahteraan sosial.

"Pada pengumuman sebelumnya untuk jabatan pekerja sosial dikhususkan pelamar yang memiliki atau wajib menyertakan SK Gubernur Sulsel, yakni penetapan mahasiswa yang nyatakan lulus Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial atau STKS Bandung," ujarnya.

Dijelaskan lebih jauh bahwa STKS ini beda dengan STAN dan STPDN karena STKS tidak langsung bekerja sebagai PNS seperti halnya lulusan STPDN ataupun STAN. Namun mereka sekolah ikatan dindas atau dibiayai oleh pemprov.

"Makanya pemda tahun ini sudah menandatangani untuk mengusulkan formasinya tenaga pekerja sosial. Luwu sendiri mendapat kuota 2 dan pelamarnya ada 3, lima yang kami gugurkan karena tidak menyertakan syarat wajib SK Gubernur Sulsel," katanya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads