alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkot Palopo Bakal Tarik Retribusi PKL di Lapangan Pancasila

Chaeruddin
Pemkot Palopo Bakal Tarik Retribusi PKL di Lapangan Pancasila
Lapangan Pancasila, Kota Palopo. Pemkot Palopo berencana akan menarik retribusi terhadap PKL yang berjualan di sekitar lapangan. Foto : Chaeruddin/SINDOnews

PALOPO - Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo berencana akan menarik retribusi bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran Lapangan Pancasila, Kota Palopo.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Palopo pun telah melakukan uji petik, September lalu. Tercatat kurang lebih 203 PKL yang berjualan di Lapangan Pancasila.

Dari hasil uji petik tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) lewat penarikan retribusi. Rata-rata omset per PKL kurang lebih Rp500 ribu setiap malamnya.

"Uji petik kami lakukan untuk mengukur potensi PAD. Potensinya cukup bagus, kita berencana menarik retribusi di sana," kata Kepala Bidang Penataan Usaha, Pengawasan, Evaluasi, dan Pelaporan Bapenda Palopo, Subiha, Minggu (21/10/2018).

"Kalau malam minggu sampai jutaan. Bahkan ada stand yang omsetnya mencapai Rp5,4 juta saat malam minggu dengan hanya menjual dua jenis minuman. Di luar malam minggu, kira-kira Rp50 juta semalam untuk semua PKL," sambungnya.

Lapangan Pancasila ini diketahui telah direvitalisasi di tahun 2017 lalu. Berdampak positif bagi PKL dan masyarakat setempat yang menyulap halaman rumahnya sebagai warung kopi atau pun cafe sederhana.

Selaian berfungsi sebagai sarana olahraga, Lapangan Pancasila kini memiliki taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang menjadi tempat nongkrong masyarakat kota Palopo.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Farid Kasim Judas mengaku tidak akan mempersulit para PKL dengan membebankan izin usaha kepada mereka.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads