alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengamat Sebut Garbi Ancam Soliditas PKS Sulsel

Luqman Zainuddin
Pengamat Sebut Garbi Ancam Soliditas PKS Sulsel
Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Kehadiran Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) disebut mengancam soliditas Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hal it diungkapkan, pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto. Menurut Ali, Garbi akan melemahkan posisi PKS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Baik itu pelemahan secara internal maupun secara eksternal, mengingat, orang-orang yang mendirikan ormas tersebut, adalah kader PKS yang kepentingannya tak lagi terakomodasi.

"Ini akan melemahkan PKS secara internal dan ini berefek eksternal. Yang ditakutkan, jika Garbi tiba-tiba mendeklarasikan akan mendukung Jokowi (Joko Widodo). Ini akan menjadi pikulan telak bagi PKS," terang Andi Ali lewat sambungan selulernya, Senin (20/10/2018).

Andi Ali melanjutkan, para elit PKS yang membentuk Garbi dipastikan tak akan memberikan dukungan kepada partai selama Pemilu 2019. Selain karena dipecat dari kepengurusan, para elit PKS itu juga tak lagi dicalonkan sebagai calon anggota legislatif (Caleg).

Padahal, menurut Andi Ali, orang-orang yang mendirikan Garbi, bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka kata Andi Ali, berasal dari faksi Kesejahteraan yang dikomandoi oleh Anis Matta dkk dengan sumbangan suara yang cukup besar pada edisi pemilihan sebelumnya.

"Faksi kesejahteraan ini memberikan sumbangsih yang tidak kecil terhadap suara PKS saat dipimpin Anis Matta Dkk yang saat itu bergerak lebih pragmatis, sehingga perolehan suara naik secara signifikan," terang Andi Ali.

Ia membaca, pola Garbi sama saat Gerindra, NasDem, dan Perindo lahir sebagai partai baru yang bermula dari pecahan partai-partai lama. Ia pun yakin, Pemilu 2019 akan menjadi batu loncatan untuk membentuk partai baru.

Sekadar diketahui, beberapa kader-kader PKS yang membentuk Garbi diantaranya seperti Taslim Tamang (eks sekretaris DPW PKS Sulsel), Mudzakkir Ali Jamil (Eks sekretaris PKS Makassar), Rasyidin Adnan (Eks pembinaan umat PKS Makassar), serta beberapa pengurus PKS lain yang tersingkir. Tak terkecuali, bupati Takalar, Syamsari Kitta.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads