alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Makassar New Port Siap Difungsikan, Ekspor Perdana akan ke Eropa

Marhawanti Sehe
Makassar New Port Siap Difungsikan, Ekspor Perdana akan ke Eropa
Satu unit alat Container Crane didatangkan untuk menunjang operasional Makassar New Port (MNP). Foto: Istimewa

MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), segera melakukan pengoperasian dermaga Makassar New Port (MNP) pada Kamis, 25 Oktober 2018 dengan masing-masing dua unit alat Container Crane dan Rubber Tyred Gantry (RTG).

Menurut Direktur Utama PT Pelindo, Farid Padang, hingga 15 Oktober 2018 progress pembangunan MNP secara agregat telah mencapai 86,90% dengan komposisi realisasi pekerjaan fisik untuk dermaga atau Paket 1 A sudah 100%.

“Selanjutnya pekerjaan fisik untuk causeway dengan lapangan penumpukan atau Paket 1 B sekitar 85,86%. Kemudian Paket 1 C atau breakwater sekitar 70,99%,” jelas Farid.

Dia menyebutkan, satu unit alat Container Crane (CC) sudah didatangkan pihaknya beberapa waktu lalu. Dengan pengoperasin MNP nanti, pihaknya juga akan merelokasi 1 unit CC yang eksisting dari Terminal Petikemas Makassar dengan 2 RTG untuk kesiapan soft launching yang waktunya masih tentatif, antara 28 Oktober sampai 2 November 2018.

Secara umum kata Farid, pekerjaan MNP sangat sesuai dengan progress, bahkan lebih cepat daripada target yang ditetapkan. Sejak dibangun pada sekitar Juni 2015, kini pembangunan dermaga MNP sudah rampung secara keseluruhan.

“Akhir Desember tahun ini, kami [Pelindo IV] sudah bisa launching secara umum untuk Tahap I A. Di Tahap 1 B dan C sudah dilelang untuk yang 650 meter tambahan dan insya Allah sudah dapat pemenang yang akan kami umumkan dan sejauh ini masih sesuai on schedule untuk rencana soft launching,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengirim surat resmi kepada Menteri BUMN, Rini M Soemarno, terkait pengoperasian dan rencana soft launching MNP. “Ketika Menteri BUMN datang meninjau MNP beberapa waktu lalu, bertepatan dengan datanganya alat, beliau menargetkan kepada kami sebagai CEO Pelindo IV yang baru untuk tetap on the schedule dan kami juga berharap tidak ada hambatan dalam proses tersebut,” ujar Farid.

Farid juga menyampaikan bahwa saat soft launching nanti, pihaknya sekaligus melakukan ekspor perdana ke Eropa dari Makassar New Port. “Kami akan menggabungkan antara rencana ekspor perdana ke Eropa, bersamaan dengan soft launching MNP,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa pihaknya melakukan ekspor perdana ke Eropa bertepatan dengan soft launching MNP. Pertama, selama ini belum ada direct call yang ke Eropa langsung dari pelabuhan Terminal Petikemas Makassar.

Kedua, pihaknya juga akan menunjukkan kepada publik maupun kepada operator, pengguna jasa dan semua asosiasi, stakeholder yang terlibat dalam pelabuhan bahwa dengan adanya MNP sangat membantu dan membuka ruang ekspor menjadi lebih besar yang dijadikan hub besar di Indonesia Timur, dengan mengubah pola angkutan kapal kapal yang ukuran besar dapat masuk, sekaligus mengurai antrian yang terjadi di pelabuhan eksisting, di Terminal Petikemas Makassar (TPM).

“Di mana, jumlah kapal yang sudah sangat padat di dermaga kita yang sekitar 850 meter yang di TPM. Sekarang ini, kapasitas yang bisa diangkut dengan posisi dermaga 362 meter ini yang bisa disandari 2 kapal, untuk sementara perhitungan kami bisa 1.000 sampai 1.500 TEUs, jauh lebih besar dari kapasitas maksimum di TPM yang hanya 350.000 TEUs,” pungkasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads