alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cegah Radikalisme, Tim Pakem Kabupaten Pangkep Gelar Rakor

Muhammad Subhan
Cegah Radikalisme, Tim Pakem Kabupaten Pangkep Gelar Rakor
Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Pangkep menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, Selasa (23/10/2018). Foto : Muhammad Subhan/SINDOnews

PANGKEP - Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Pangkep menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, Selasa (23/10/2018).

Rapat tersebut digelar demi menangkal atau mencegah berkembangnya paham radikalisme di tengah-tengah masyarakat. Tim Pakem ini diketahui beranggotakan unsur kejaksaan, TNI, Polri, Kementerian Agama, MUI, Pemerintah dan Tokoh Agama.

Kajari Pangkep, Firmansyah Subhan mengatakan, Pakem merupakan garda terdepan atau media interaksi mengantisipasi menjamurnya paham radikalisme di Kabupaten Pangkep.

Menurutnya, pencegahan aliran sesat tidak saja dilakukan oleh pihak keamanan. Namun dilakukan secara kolektif dari masing-masing pimpinan serta segenap elemen masyarakat sesuai koridor hukum yang berlaku.

"Indonesia sebagai negara yang besar tak hanya kaya akan sumber daya alam namun juga budaya, adat, suku dan agama. Keberagaman di Indonesia ini diatur dengan baik oleh sistem hukum. Hal tersebut mengamanatkan bahwa Indonesia menerima hukum sebagai ideologi untuk menciptakan ketertiban, keamanan, keadilan serta kesejahteraan bagi warga negaranya," kata dia yang juga Ketua Pakem Pangkep.

Sementara itu, KBO Intelkam Polres Pangkep, Ipda Zulfikar mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan ke pihak yang berwajib jika melihat dan mendengar adanya paham yang menyimpang untuk ditindak lanjuti.

Bahkan, Polres Pangkep telah menggelar operasi Bina Waspada Lipu yang juga bertujuan menangkal paham radikalisme.

"Intinya kami juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi yang tidak jelas. Jangan menelan informasi mentah-mentah, apalagi berita hoax," ujarnya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads