alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Eks Penyelenggara Pemilu Bentuk Lembaga Pengawal Demokrasi

Luqman Zainuddin
Eks Penyelenggara Pemilu Bentuk Lembaga Pengawal Demokrasi
Presidium Jaringan Jadi dan anggotanya bertandang ke Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (23/10/2018). Foto: Luqman Zainuddin/SINDOnews

MAKASSAR - Eks penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) membentuk Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) sebagai lembaga pengawal demokrasi.

Pembentukan Jaringan Jadi ini diinisiasi di pusat oleh eks komisioner KPU RI, seperti Juri Ardiantoro, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Sigit Pamungkas.

Kemudian eks komisioner Bawaslu RI, diantaranya Nasrullah, Endang Wihdaningtyas, Daniel Zochron dan Nelson Simanjuntak. Keanggotaan Jaringan Jadi ini diketahui didominasi penyelenggara periode 2013- 2018.

Untuk di Sulsel, Jaringan Jadi memiliki lima presidium. Tiga diantaranya adalah eks komisioner KPU Sulsel, yakni Iqbal Latif, Haerul Mannan, dan Mardiana Rusli.

Ketiganya bertandang ke sekretariat Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (23/10/2018).

"Kunjungan ini semata silaturrahmi, secara kelembagaan. Semangat Jadi ini, mengawal segala proses demokrasi yang berlangsung. Karena, secara batin, kita tak ingin meninggalkan penyelenggaraan kepemiluan," ungkap Mardiana di depan komisioner Bawaslu Sulsel.

Menurut Ana, sapaan Mardiana, Jaringan Jadi juga sudah melakukan MoU dengab KPU Sulsel untuk melakukan pemantauan bersama, membangun kapasitas penyelenggara, akses dan informasi terkait data kepemiluan dan bekerjasama dalam membuat kelas-kelas kepemiluan.  

Ana melanjutkan, komitmen mereka mengikat kedua bela pihak untuk aktif bekerjasama menuju Pemilu 2019 yang bersih dan berkualitas.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads