alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengungsi Korban Dampak Gempa di Polman Lahirkan Bayi Kembar 3

Asrianto Suardi
Pengungsi Korban Dampak Gempa di Polman Lahirkan Bayi Kembar 3
Kondisi salah satu bayi kembar 3 yang masih di dalam inkubator dan dirawat di RSUD Polewali Mandar (Polman). Foto: Asrianto Suardi/SINDOnews

POLMAN - Seorang pengungsi korban dampak gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan sekitarnya, melahirkan anak kembar tiga di RSUD Polewali Mandar (Polman).

Bayi kembar terlahir dari pasangan suami istri Rudi Hamas dan Nur Aliah, yang merupakan warga Tikke, Pasangkayu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Anak kembar itu lahir pada Jumat (26/10/2018) lalu, dan masih mendapat perawatan di RSUD Polman

Mereka terpaksa mengungsi ke Pambusuang, Polewali Mandar, lantaran rumahnya rusak terkena dampak gempa yang terjadi pada tanggal 28 September lalu.



Awalnya ia memeriksakan kandungannya ke Puskesmas Pambusuang, namun dirujuk oleh bidan setempat ke RSUD Polewali. Selama di rumah sakit, mereka sempat merasa bingung lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar persalinan dan perawatan yang jumlahnya mencapai Rp20 juta rupiah.

Baca Juga : Selamat dari Tsunami Sulteng, Bayi Kembar 3 Lahir di Makassar

“Saya dimintai BPJS tapi saya tidak punya karena tidak sempat bawa berkas saat kejadian gempa. Petugas rumah sakit meminta saya untuk mengurus jaminan dengan mengambil surat keterangan dari Dinas Kesehatan Pasangkayu," tutur Rudi Hamas saat ditemui di RSUD Polewali, Rabu, (31/10/2018).

Dokter Boko, yang menangani perawatan bayi kembar tiga ini mengatakan, kondisi bayi tersebut semuanya sehat dan mulai membaik. Awalnya ketiganya dimasukkan ke dalam inkubator, karena dapat menyebabkan hipotermia sebab berat badan bayi kurang dari 2,5 kg.
Ketiga bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, dengan masing-masing bayi mempunyai berat 2,2 kg, 2 kg, dan 1,8 kg.

“Kondisinya semakin membaik. Sudah dikeluarkan dari inkubator, namun belum bisa keluar karena masih butuh penanganan untuk perawatannya. Nanti kalau bayinya sudah bisa menyusui pada ibunya, maka bayi sudah bisa dipulangkan," ujar dokter Boko, Rabu (31/10/2018).

Pihak RSUD Polewali Mandar, membantah jika membebani biaya persalinan hingga Rp20 juta rupiah kepada salah satu warga terdampak gempa dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

Kepala Tata Usaha RSUD Polewali Mandar, Andi Hibsullah menjelaskan bahwa, biaya persalinan pasien akan ditangani pihak Dinas Kesehatan Mamuju Utara, karena pasien merupakan warga Mamuju Utara dan kebetulan salah satu korban terdampak gempa dan tsunami.

“Jadi yang sebenarnya, biaya persalinan akan dikoordinasikan ke dinas kesehatan Mamuju Utara, lantaran pasien memang berasal dari daerah tersebut, rincian pembayaran memang tetap kita buat, yang nantinya diklaim jaminan kesehatan yang berlaku di daerah tersebut,“ ujar Andi Hazbullah, yang ditemui di ruang kerjanya pada hari Rabu (31/10).



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook