alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sultan Hamengkubuwono X Sebut Potensi Wisata Makassar Cukup Tinggi

Kurniawan Eka Mulyana
Sultan Hamengkubuwono X Sebut Potensi Wisata Makassar Cukup Tinggi
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadiri Reuni Akbar dan Temu Kangen 17 Tahun Ikatan Alumni Jogja (Ikajo) di Makassar. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, menilai Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya Makassar memiliki potensi pariwisata yang cukup tinggi.

Menurut Sultan, Makassar memiliki sejarah yang cukup panjang. Sehingga dipastikan memiliki potensi budaya yang tinggi, yang bisa dijadikan sebagai obyek wisata.

"Ujung Pandang ini punya sejarah panjang, jadi potensi budayanya tinggi. Itu berarti memiliki nilai pariwisata," ucapnya seusai kegiatan Reuni Akbar dan Temu Kangen 17 Tahun Ikatan Alumni Jogja (Ikajo) di Four Points by Sheraton Hotel, Sabtu (3/11/2018) malam.



Sultan juga menyarankan agar asrama mahasiswa Sulawesi Selatan (Sulsel) di Yogyakarta difungsikan sebagai pusat pembelajaran budaya dan adat Sulsel di sana.

"Fungsikan asrama sebagai pusat budaya dan etnis Bugis Makassar pada masyarakat di Jawa," ucapnya.

Dengan difungsikan sebagai pusat informasi dan budaya, menurutnya akan terjadi akulturasi dan dialog budaya antaretnik di Yogja.

"Dengan pusat informasi itu kan tidak sekedar saya kenal orang Bugis, atau saya kenal orang Aceh, tapi juga bisa menghargai nilai yang ada dari masing-masing daerah," tuturnya.

Apalagi menurut Sultan, sejarah menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara Sulsel dengan Yogyakarta, yang saat itu masih bernama Kerajaan Mataram.

Dia menyebut, pada abad ke 17, pasukan dari Makassar turut membantu Kerajaan Mataram berperang melawan Belanda.

Saat itu ada dua pasukan yang berasal dari Sulawesi Selatan. Bahkan akhirnya dua brigade pasukan tersebut memilih untuk tetap tinggal di Yogyakarta, dan mendirikan kampung Bugisan serta Daengan.

"Yang satu dipimpin oleh Karaeng Galesong. Seusai perang, karena perlakuan baik dari Hamengkubuwono I, Pasukan Bugis tetap tinggal di Yogyakarta, mereka tinggal di kampung Bugisan dan Daengan," tegasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook