alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pertamina Berbagi Energi Positif di Sekolah Anak Percaya Diri

Suwarny Dammar
Pertamina Berbagi Energi Positif di Sekolah Anak Percaya Diri
Suasana belajar mengajar di Home Industry & Social Care Center Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Azzahra di Jalan Satando, Makassar. Foto : Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - “Pada hari minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa kududuk dimuka...,” demikian penggalan lagu pembuka yang dinyanyikan puluhan anak-anak di daerah pesisir berlokasi di Lingkungan Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Jumat (02/11/2018).

Lagu itu menjadi pemula pertemuan hari sekolah yang diikuti anak-anak dari usia 4 tahun hingga belasan tahun. Berpakaian biasa, Marsya Febrianti, 14, terlihat bersemangat mengikuti kelas hari itu.

Usai mengikuti sekolah formal pagi hari, anak perempuan berambut panjang itu melanjutkannya ke sekolah non formal  “Sekolah Anak Percaya Diri”. Hari itu, Marsya akan mengikuti kelas bertanam hidroponik bersama teman-temannya.



Marsya Febrianti bercerita sangat terbantu dengan hadirnya sekolah ini, karena mendorongnya untuk bisa tampil berani di sekolah yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Tak hanya itu, banya hal positif diperolehnya sejak bergabung di sekolah non formal tersebut.

“Sekolahnya gratis, pengajarnya bagus-bagus kami diajari banyak hal tentang bahaya narkoba, kelas agama, menjauhi narkoba, cara bertutur sopan hingga keterampilan yang membuat bisa tampil berani didepan umum,” ujarnya.

Sekolah Anak Percaya Diri merupakan sekolah rintisan yang dibangun atas inisitiaf pendirinya Nuraeni, yang juga merupakan Ketua Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az-zahra  dan dikenal sebagai penggiat UMKM perempuan pesisir di Patingalloang.

Memanfaatkan lokasi yang sama dengan rumah produksinya, Nuraeni membakar semangat anak-anak di kawasan pesisir untuk senantiasa bisa percaya diri dan memiliki cita-cita tinggi. Meski berada pada lingkungan yang tak mendukung akan hal itu.

Sekolah Anak Percaya Diri merupakan sekolah yang digagas Nuraeni atas dukungan penuh dari PT Pertamina MOR VII Sulawesi.

Sekolah ini merupakan sekolah khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami trauma secara psikis akibat kekerasan orang tua ataupun kejadian traumatik lainnya, seperti eksploitasi anak, sampai pada tindak kekerasan seksual terhadap anak.

Pengurus Sekolah Anak Percaya Diri, Nuraeni mengatakan, permasalahan sosial ekonomi yang kompleks di kawasan pesisir kota Makassar yang selanjutnya diperparah dengan rendahnya nilai-nilai spiritual dalam masyarakat memicu munculnya konflik-konflik internal rumah tangga seperti kekerasan terhadap pasangan, perselingkuhan, eksploitasi anak, sampai pada tindak kekerasan seksual terhadap anak.

Kata dia, hal tersebut berdampak terhadap phisikis anak secara langsung dan tidak langsung yang ditandai dengan perubahan prilaku anak yang cenderung pendiam, tidak dapat bersosialisasi, etika dan empati yang kurang hingga pada kecenderung mempraktekkan kembali apa yang mereka lihat dan rasakan kepada lingkungannya.

“Dari persoalan itulah saya berinisiatif membuat sebuah wadah sebagai sarana meditasi bagi anak-anak untuk memulihkan kembali mental dan jiwa mereka dari trauma, sehingga dapat kembali beraktifitas dan meraih cita-cita seperti anak-anak yang lain,”ujarnya sesekali menyeka keringatnya, saat ditemui di Sekolah Anak Percaya Diri.

Sekolah ini didirikan pada tahun 2016 atas dasar kekhawatirannya terhadap perkembangan mental anak-anak yang kurang beruntung secara psikologis maupun ekonomi.

“Kami mendirikan sekolah ini hanya dengan bermodalkan uang yang kami sisihkan dari kegiatan usaha Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az-zahra. Cita-cita kami hanya satu, anak-anak ini terbebas dari pengalaman traumatik yang terjadi dalam kehidupannya sehingga dapat kembali beraktivitas dan meraih cita-cita seperti anak-anak normal lainnya. Dengan bersekolah di sini, anak-anak diharapkan bisa bersikap lebih baik, punya kepercayaan diri untuk bersosialisasi serta bisa mengetahui bahwa mereka dilindungi,” paparnya panjang lebar.

Dia menjelaskan, cita-cita itu harus diupayakan maksimal dan membutuhkan banyak pengorbanan, makanya pihaknya sangat yakin  niat baik yang dijalankan sungguh-sungguh pasti akan memetik hasil sesuai yang diharapkan.

“Pertama kali dibentuk, dengan fasilitas yang sangat terbatas karena hanya memanfaatkan satu ruangan di rumah produksi ini, 10 anak kami bina. Alhamdulillah, setahun kemudian pengurus Sekolah Anak Percaya Diri disahkan melalui Surat Keputusan Lurah Kelurahan Pattinggalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Saat ini, walaupun masih menempati ruangan yang sama, tapi anak-anak binaan kami sudah mencapai 65 orang,” ujarnya.

Diungkapkan Perempuan Paruh Baya ini, sedini mungkin anak-anak di Sekolah Anak Percaya Diri dilatih berbagai macam keterampilan agar kelak mempunyai modal dasar yang bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitas diri. Selain belajar, mereka juga diajak untuk berkumpul dan bermain bersama agar mereka tetap masih bisa menikmati masa kecil mereka.

“Kami banyak mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan kepada mereka dan sebagai anak nelayan juga kita harap mereka tidak melakukan illegal fishing,”paparnya.

Diakuinya, sekolah ini bisa berkelanjutan atas dukungan penuh dari Pertamina. Melalui Marketing Operation Region (MOR) VII, Pertamina memberikan bantuan senilai Rp50 juta untuk keperluan operasional sekolah tersebut sehingga proses belajar mengajar menjadi lancar.

“Sebelumnya, Pertamina juga telah beberapa kali memberikan bantuan kepada sekolah ini. Mulai dari perlengkapan belajar mengajar seperti papan tulis, peralatan peraga dalam pembelajaran hingga mendatangkan volunteer dari luar negeri untuk dapat berbagi pengalaman dan ilmu kepada anak-anak,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pertamina telah beberapa kali memberikan bantuan kepada Sekolah Anak Percaya Diri ini, mulai dari perlengkapan belajar mengajar seperti papan tulis, peralatan peraga dalam pembelajaran hingga mendatangkan Volunteer dari luar negeri untuk dapat berbagi pengalaman dan ilmu kepada anak-anak.

Saat ini pun pihaknya terus mengembangkan unit kegiatan dalam naungan Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az-zahra dengan membuka kedai di kawasan Paotere, Makassar. Pada kedai tersebut dijual aneka makanan untuk membantu nelayan mencari kebutuhan minum kopi, dan dilengkapi dengan beberapa tatakan produk hasil olahan koperasi mulai dari abon ikan, kue-kue traditional.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook