alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Tembak Mati Kolonel Pengedar Narkoba di Filipina

Kurniawan Eka Mulyana
Polisi Tembak Mati Kolonel Pengedar Narkoba di Filipina
Seorang kolonel yang masuk dalam daftar target Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, terkait narkoba diduga tewas dalam tembak-menembak operasi anti-narkoba. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

MANILA - Seorang kolonel polisi yang masuk dalam daftar target Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, terkait narkoba diduga tewas dalam tembak-menembak dengan polisi selama operasi anti-narkoba.

Seorang pejabat senior polisi setempat pada Selasa (6/11/2018) mengatakan, kolonel polisi Santiago Rapiz, di kota selatan Dipolog, berada dalam daftar 6.000 tersangka yang dikompilasi oleh pemerintah Duterte, dalam perang melawan narkoba.

Dikutip dari Reuters, Selasa (6/11/2018), Rapiz menjual methampethamine senilai 50.000 peso ($ 940) kepada polisi yang menyamar di Dipolog pada Senin malam, kata Romeo Caramat, kepala satuan tugas kontra-intelijen polisi.



"Ada pengejaran singkat tetapi ketika dia terpojok, dia menembaki agen kami," kata Caramat, menambahkan bahwa Rapiz tewas dalam baku tembak.

Caramat menambahkan, Rapiz dituduh melindungi raja narkoba dan terlibat dalam perdagangan narkotika.

Reuters tidak dapat menghubungi keluarga Rapiz untuk komentar.

Hampir 5.000 orang tewas dalam operasi anti-narkoba polisi sejak Juli 2016.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan ribuan telah dieksekusi secara singkat dalam jumlah yang berarti pemusnahan sistematis pengguna narkoba di komunitas termiskin. Polisi dengan keras menolak itu, mengatakan mereka dicurigai sebagai pengedar narkoba yang menolak penangkapan.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook