alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Nilai Tuntutan Pedagang Pasar Sentral ke PT MTIR Capai Rp1,8 T

Vivi Riski Indriani
Nilai Tuntutan Pedagang Pasar Sentral ke PT MTIR Capai Rp1,8 T
Puluhan tenda lapak pedagang sentral kembali berdiri di halaman belakang gedung New Makassar Mal usai ditertibkan beberapa waktu lalu. Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Aliansi Pedagang Makassar Mal (ALPMM) resmi menggugat PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (06/11/2018).

Melalui Kuasa Hukumnya, Erwin Kallo, para pedagang menuntut PT MTIR dan Pemerintah Kota (Pemkot Makassar) agar membayar biaya ganti rugi kurang lebih Rp1,8 triliun.

Biaya ganti rugi itu untuk membayar penderitaan para pedagang pasca kebakaran Pasar Sentral atau Makassar Mal beberapa tahun silam.
PT MTIR harus membayar biaya ganti rugi ke 1.000 pedagang. Untuk setiap kios mendapat Rp100 juta.



"Secara umun kita menuntut ganti rugi kepada  PT MTIR dan Pemkot Makassar sebesar Rp1,8 triliun," tegas Erwin Kallo.

"Rp1,8 triliun itu kecil, Rp100 juta membayar penderitaan mereka selama delapan tahun. Jadi, kalau Rp100 juta dibagi delapan cuma Rp12 juta per tahun, dan kalau dibagi setahun itu cuma Rp1 juta per bulan. Pedagang inikan dapatnya lebih dari Rp1 juta per bulan," sambung dia.

Erwin membeberkan ada begitu banyak faktor yang menyebabkan pihaknya mengajukan gugatan ke pengadilan. Salah satunya adalah persoalan harga lapak New Makassar Mall (NMM) yang terlampau mahal.

Dia bahkan mengendus adanya indikasi dugaan suap oleh oknum-oknum tertentu, baik di legislatif maupun eksekutif. Pasalnya, harga yang diberikan MTIR kepada pedagang dianggap tidak rasional.

"Saya menduga ada suap karena harganya tidak masuk akal. Keuntungan developer itu paling 20%, nah ini dari Rp33 juta naik menjadi Rp100 juta. Salah satu alasan harganya bisa tinggi karena suap, markup, dan korupsi yang terlalu tinggi sehingga dibebankan ke harga. Cuma itu alasan yang bisa diterima, kalau tidak alasan apa lagi?," bebernya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook