alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Erwin Kallo Ditantang Sebut Nama Dewan Makassar yang Terima Suap

Hasdinar Burhan
Erwin Kallo Ditantang Sebut Nama Dewan Makassar yang Terima Suap
Kuasa hukum Aliansi Pedagang Pasar Makassar Mall (ALPMM), Erwin Kallo. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Pernyataan kuasa hukum Aliansi Pedagang Pasar Makassar Mall (ALPMM), Erwin Kallo membuat anggota DPRD Makassar geram. Pasalnya Erwin membuat pernyataan yang menggeneralisir semua anggota legislatif menerima suap dari eksekutif.

Erwin pun ditantang untuk menyebutkan nama anggota DPRD Makassar tersebut, dan bukan hanya sekadar menyebut lembaganya saja.

"Jangan sebut lembaganya, sebut langsung anggotanya," tantang Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, Rabu (07/11/2018).



Wahab menjelaskan, dirinya telah mendampingi kasus Pasar Sentral semenjak kebakaran pertama kali melanda hingga saat ini. Sehingga, Ia cukup tahu permasalahan pasar sentral.

Sebagai orang yang juga memiliki dasar keilmuan hukum, ia meminta agar Erwin Kallo yang mendampingi ALPMM tidak hanya menyampaikan asumsi yang tidak memiliki dasar. Karena hal tersebut akan terkesan ia sebagai pengacara yang memberikan berita hoax.

"Oleh karena itu, karena Erwin Kallo itu pengacara supaya dia tidak menjadi pengacara hoax yang dia sampaikan fakta. Basic ilmu hukum beda dengan ilmu lain. Kalau ada pengacara hanya tau menyampaikan opini sesat tanpa fakta itu namanya pengacara kullu-kullu. Pengacara kullu-kullu itu kalau dia hanya menyampaikan opini sesaat. Sebut dong namanya siapa Anggota DPRD yang bermain sehingga harga itu menjadi mahal," kesalnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum ALPMM, Erwin Kallo saat menyampaikan gugatannya menyebut adanya dugaan suap yang diterima eksekutif dan legislatif Kota Makassar

"Yang kami duga adalah oknum-oknum baik di legislatif, pantas dia tidak bicara tidak dibela. Oknum yang ada di eksekutif mungkin termasuk aparat keamanan," ungkapnya.

Dugaan tersebut karena harga yang diberikan pihak MTIR tidak masuk akal. "Saya menduga adanya suap karena harganya tidak masuk akal. Keuntungan developer itu paling 20 persen. Ini dari 33 menjadi 100 ini 200 persen. Saya kira MTIR juga korban, satu-satunya alasan yang kenapa harganya bisa tinggi. Karena suap, mark up dan korupsi terlalu kuat sehingga dibebankan ke harga," pungkas Erwin.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook