alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dinas Penataan Ruang Desak MTIR Rampungkan SLF New Makassar Mall

Vivi Riski Indriani
Dinas Penataan Ruang Desak MTIR Rampungkan SLF New Makassar Mall
Beberapa pengunjung tengah melihat busana dan pernak pernik di gedung New Makassar Mall. Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, mendesak PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) selaku pengembang agar segera merampungkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) New Makassar Mall (NMM).

Kepala DTRB Kota Makassar, Ahmad Kafrawi mengatakan bahwa SLF New Makassar Mall hingga saat ini belum tuntas. Pihaknya, baru mengeluarkan SLF mulai dari lantai dasar hingga lantai lima.

"Yang sudah keluar itu (SLF) lantai satu sampai lima, karena pada saat awal dilakukan SLF baru sampai lantai lima selesai. Jadi, memang belum tuntas," kata Kafrawi.

Dia menegaskan bahwa pihak pengelola harus mengajukan permohonan untuk segera dilakukan SLF. Apalagi, saat ini bangunan New Makassar Mall telah beroperasi, sementara belum semua lantai mengantongi SLF.

"SLF dilakukan ketika bangunan telah dinyatakan selesai. Sekarang sudah selesai total, makanya kita akan lakukan SLF lantai enam sampai selesai ke atas," jelasnya.

Hanya saja, kata Kafrawi, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan SLF jika pihak pengelola belum mengajukan permohonan. Makanya itu, dia meminta kepada PT MTIR agar segera mengurus SLF New Makassar Mall.

Dia sendiri mengaku tidak mengetahui alasan lambannya pihak PT MTIR mengajukan permohonan pengurusan SLF untuk keseluruhan lantai New Makassar Mall. Yang jelasnya, kata dia, setiap bangunan komersial wajib mengantongi SLF.

"Kewajibannya sekarang pengelola adalah bermohon untuk SLF mulai lantai enam sampai paling atas. Jadi, atas dasar permohonan itu SLF mereka bisa terbit," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MTIR, Imran hingga sore tadi tidak berhasil dihubungi.

Diketahui, saat ini aktivitas jual beli telah terlihat di New Makassar Mall. Meski begitu, masih banyak pedagang yang memilih enggan berjualan lantaran harga lapak di NMM dinilai terlalu mahal yaitu mencapai ratusan juta per meternya. Akibatnya, kisruh pedagang Pasar Sentral berlanjut ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar setelah kuasa hukum pedagang resmi mengajukan gugatan.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads