alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Khawatir Gempa, Ratusan Warga Mamasa Memilih Mengungsi ke Toraja

Joni Lembang
Khawatir Gempa, Ratusan Warga Mamasa Memilih Mengungsi ke Toraja
Khawatir gempa, ratusan warga asal Kabupaten Mamasa, Sulbar, memilih mengungsi ke Kabupaten Tana Toraja. Tepatnya di Desa Belau dan Belau Utara, Kecamatan Masanda. Foto : Joni Lembang/SINDOnews

MAKALE - Kabupaten Mamasa, Sulbar, belakangan ini kerap diguncang gempa bumi membuat warga setempat khawatir. Dan tak sedikit diantara mereka yang lebih memilih mengungsi ke Kabupaten Tana Toraja, Sulsel.

Informasi yang diperoleh SINDOnews, jumlah warga pengungsi mencapai ratusan jiwa dan telah menempati posko pengungsian yang didirikan pemerintah desa setempat, yakni di Desa Belau dan Desa Belau Utara, Kecamatan Masanda, Tana Toraja.

"Sudah tiga hari dari warga Kabupaten Mamasa menempati posko pengungsian di Desa Belau Utara," kata Kepala Desa Belau Utara,  Frederik Kumbun, Jumat (09/11/2018).

Dia mencatat, hingga saat ini jumlah pengungsi di desanya telah mencapai 120 jiwa yang berasal dari Desa Salukona dan Desa Bakadisura, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa.

Pihaknya pun bersama warga setempat telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

"Pengungsi di Desa Belau Utara sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhan hidup sehari-harinya.  Diperkirakan jumlah warga Mamasa yang mengungsi ke desa Belau Utara masih terus bertambah," sebut Frederik.

Sementara itu, jumlah pengungsi di Desa Belau sudah mencapai kurang lebih 250 jiwa.

Terpisah, Kepala Desa Salukona, Nelce Arruan Layuk yang mendampingi warganya mengungsi ke Tana Toraja mengatakan, upaya itu dilakukan karena kekhawatiran warga akan terjadinya gempa bumi susulan.

Dia menyebutkan jumlah warganya yang mengungsi telah mencapai 600 jiwa.

"Sebagian besar warga Salukona mengungsi karena gempa. Mereka mengungsi di beberapa lokasi seperti ke Kabupaten Tana Toraja dan Pinrang," aku dia.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads