alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Komisioner Tuding Sekretaris KPU Makassar Tahan Honor PPK Rp1,3 M

Luqman Zainuddin
Komisioner Tuding Sekretaris KPU Makassar Tahan Honor PPK Rp1,3 M
Komisioner Divisi Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Rahma Saiyed. Foto : Luqman Zainuddin/SINDOnews

MAKASSAR - Komisioner Divisi Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Rahma Saiyed menuding Sekretaris KPU Makassar, Sabri sengaja menahan honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Nampaknya memang Pak Sabri tidak berniat untuk membayar honor PPK dan PPS yang bulan Juni 2018," terang Rahma dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (09/11/2018) malam.

Padahal kata Rahma, sudah ada keputusan komisioner yang dituangkan dalam berita acara pleno. Isinya, meminta agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dana Hibah 2018, segera menuntaskan pembayaran honor PPK dan PPS termasuk seluruh tunggakan KPU Makassar.

"Kita sudah perintahkan itu untuk membayarnya, entah apa alasannya instruksi kami yang tertuang dalam pleno mengenai hal tersebut, diabaikan olehnya," jelasnya.

Menurut dia, alasan yang diterima pihaknya, Sabri enggan membayarkan honor sejumlah PPK dan PPS lantaran belum menyerahkan laporan pertanggung jawaban (LPj) keuangan.

"OK lah kalau mereka belum menyelesaikan LPJ-nya, tapi bagi mereka yang sudah menyelesaikan laporannnya, sebaiknya dibayarkan saja," pungkasnya.

Bahkan kata Rahma pada putusan pleno, komisioner meminta agar Sabri segera membayarkan honor PPK dan PPS yang telah dinyatakan lengkap laporannya. Pihaknya pun terus aktif mengontrol kondisi keuangan di Sekretariat KPU Makassar.

"Namun ketika dikonfirmasi progres dan laporan seluruh kegiatan, sekretaris selalu mengatakan aman, beres atau tidak ada masalah. Diundang rapat pun terkait evaluasi penggunaan anggaran, jarang hadir," tuding Rahma.

Rahma memperkirakan, total honor PPK dan PPS yang dibelum terbayar sekitar Rp1,3 milar. Anggaran itu pun di luar dari beberapa logistik Pilwalkot 2018.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads