alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Arief Poyuono Sebut Ada Politik Tuyul, Suka Copet Suara

Kurniawan Eka Mulyana
Arief Poyuono Sebut Ada Politik Tuyul, Suka Copet Suara
ARIEF POYUONO. Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Arief Poyuono, mengkhawatirkan adanya Politik Tuyul pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Arief Poyuono, mengkhawatirkan adanya Politik Tuyul pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Politik Tuyul menurut Arief sering digunakan oleh incumbent pada setiap perhelatan pemilihan umum (pemilu).

"Awas ada politik Tuyul di Pilpres 2019, yang suka nyopet dan ngilangin suara di kotak kotak suara di KPUD, PPK dan PPS. Politik Tuyul biasanya sering digunakan oleh incumbent -incumbent di setiap perhelatan pemilihan umum," jelasnya melalui rilis tertulis yang dikirimkan melalui pesan Whatsapp, Sabtu (10/11/2018).

Arief menambahkan, Politik Tuyul terstruktur dan massive sekali dalam mencuri dan mengubah suara. Biasanya menurut Arief, dimulai dari memframing opini di media massa dengan mengunakan lembagasurvei dan propaganda kinerja incumbent yang palsu.

"Dan melakukan kegiatan pemerintahan sambil bagi bagi sembako sebagai sajennya kepada masyarakat. Langkah berikutnya mengacau jumlah DPT pada saat Pilpres, dan kemudian menggunakan peralatan IT yang dipakai Tuyul untuk nyedot dan ngilangin suara," imbuhnya.

Selain Politik Tuyul, Arief menyatakan ada pula Politik Babi Ngepet, dengan strategi mendekati dan menggesek-gesek pihak yang bisa diajak nyolong (mencuri) dan "ngerubah" hasil suara pemilu.

"Tahu engga politik Tuyul Dan babi ngepet lebih mengerikan dari politik Genderuwo yang kata kangmas Joko Widodo bisa nakut nakutin, dan mengkhawatirkan serta menciptakan kebencian di masyarakat, sebab politik Tuyul dan Politik Babi Ngepet ini sama saja nipu rakyat selama lima tahun loh," paparnya.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads