alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jual Bantuan Benih Jagung Gratis ke Petani, 3 Warga Bone Diamankan

Supriadi Ibrahim
Jual Bantuan Benih Jagung Gratis ke Petani, 3 Warga Bone Diamankan
Polres Bone mengamankan benih jagung subsidi yang diperjual belikan. Foto: Istimewa

BONE - Jajaran kepolisian Resort Bone, mengamankan tiga orang pelaku penyelundupan dan penjualan secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani, Sabtu, (10/11/2018).

Ketiganya masing masing bernama, Muh Arsyad warga Desa MulamenreE, Kecamatan Ulaweng, Suarman, Werga Desa Wae Puttangnge, dan Arisman, Warga Desa Mattaropurae Kecamatan Amali.

Mereka diamankan, masing masing berada tempat, yakni, Arisma diamankan di Dusun Kading Desa Mattaro Purae, kemudian polisi melakukan pengembangan, alhasil pelaku atas nama Suharman diamankan di Kelurahan Mampotu, serta Arsyad diamankan di Desa Mulamenre'e.

Arisman, yang ditemui Sindonews.com di Mapolres Bone, mengaku, benih jagung bantuan gratis dari pemerintah untuk para petani itu didapat dari rekannya Suharman dengan harga Rp40.000/kg.

Kemudian, Arisman sebagai pedagang, menjual benih jagung bantuan gratis itu ke petani dengan harga Rp45.000/kg hingga Rp50.000/kg.

"Sudah hampir satu tahun pak saya menjual. Benih itu saya dapat dari Suharman. Ada juga saya ambil dari teman yang berada di kota Soppeng dengan harga yang sama," ungkapnya.

Selain itu, pengakuan Arisman, nekat menjual benih jagung gratis itu secara ilegal ke petani, selain mendapat keuntungan yang cukup besar, juga untuk memenuhi permintaan petani.

"Sebenarnya pak saya tau ini tidak bisa diperjual belikan, tapi petani di kampung saya sering minta jagung yang diambil polisi itu. Ada bantuan dari pertanian cuma jagungnya beda, na petani maunya jangung jangung itu tadi. Banyak untungnya memang," jelasnya.

Hal senada dikatakan, Arsyad, nekat menjual secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani itu hanya untuk mendapatkan keuntugan yang cukup menggiurkan.

"Untungnya lumayan banyak pak, Rp5.000 sampai 10.000. Kalau saya itu ambil sedikit sedikit, biasa ambil di Arisman dan Suharman. Kalau untuk cara jualnya setalah petani panen baru saya ambil uangnya," jelasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads