alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

ACC Nilai Penyidikan Kasus Fee 30 Persen Terkesan Tertutup

Hasdinar Burhan
ACC Nilai Penyidikan Kasus Fee 30 Persen Terkesan Tertutup
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, menilai penyidikan kasus fee 30 persen anggaran sosialisasi SKPD Kecamatan se-kota Makassar tahun anggaran 2017, terkesan tertutup.

Setelah penetapan Erwin Haiyya sebagai tersangka kasus fee 30 persen dua bulan yang lalu, kasus ini seakan masih terus bergulir di Mabes Polri.

Wakil Direktur ACC Sulsel, Kadir Wokanubun, mendesak penyidik Bareskrim Polri agar lebih serius dalam menangani kasus dugaan korupsi fee 30 persen tersebut.



Pasalnya Bareskrim Polri dalam kasus ini juga telah memeriksa sejumlah saksi di antaranya belasan Anggota DPRD Makassar. Total ada 288 saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini. Namun, hanya satu orang sebagai tersangka, yakni mantan Kepala BPKAD Makassar, Erwin Haiyya.

Namun, pasca menetapkan tersangka, penanganan kasus tersebut seakan melambat meski Bareskrim Polri melalui Brigjen Pol Erwanto (Direktur Tipikor Bareskrim Polri) sempat menyatakan bakal menyeret nama baru yang terlibat.

Ia mengatakan, Bareskrim harus transparan ke publik terkait perkembangan penanganan perkara kasus ini serta tidak menutup-nutupi jika ada temuan keterlibatan oknum legislator serta Bareskrim harus Indenpenden dan menolak segala intervensi terhadap kasus ini.

"Kasus ini menyita perhatian publik, menurut kepolisian sekitar tiga ratus lebih saksi yang sudah diperiksa, tentunya kami berharap kasus ini tidak jalan ditempat (mandek). Kami menilai selama ini Penanganan kasus ini agak tertutup ke publik," katanya.

Menurutnya, ini adalah salah satu contoh dugaan korupsi berjamaah, karena banyak pihak yang diduga terlibat. Dengan ditetapkannya Erwin Haiyya sebagai tersangka, katanya, penyidik sebenarnya sudah mengantongi minimal 2 alat bukti.

"Kalau soal tersangka saya kira wewenang polri, hanya saja kami meminta agar polri tidak tebang pilih, harus meminta pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat dalam korupsi berjamaah tersebut," ujarnya.

Diketahui, 16 anggota DPRD Kota Makassar yang telah diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri antara lain AWT, EH, FR, dan ZDB. Selain itu, IJ, Mr, RP, SP, AA, ARA, BBT, JF, SS serta FMB serta eks legislator DPRD Kota Makassar inisial IMP.

Ia menambahkan, seharusnya penyidik bisa lebih mudah dalam menyeret nama lain lantaran telah menetapkan tersangka sebelumnya. Apalagi dalam kasus ini penyidik telah memanggil sebanyak 288 orang dalam mengumpulkan keterangan untuk mencari bukti baru.

"Keterangan saksi itu cuma satu alat bukti, mau berapapun saksi yang diperiksa, saya kira penyidik juga sudah melakukan beberapa kali penggeledahan yang disertai penyitaan beberapa barang," pungkasnya.

Sementara itu, beberapa anggota dewan yang memiliki inisial nama yang disebutkan telah diperiksa oleh Mabes Polri memilih bungkam dan tidak mau menjawab pertanyaan mengenai hal ini.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads