alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kembangkan Destinasi Wisata Pulau, Dinas PU Gelar Sayembara

Vivi Riski Indriani
Kembangkan Destinasi Wisata Pulau, Dinas PU Gelar Sayembara
Penjurian karya desain sayembara pengembangan destinasi destinasi pulau Kodingareng Keke dan Lanjukang berlangsung di Tree Hotel, Makassar, Kamis (15/11/2018). Foto : Istimewa

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan mengembangkan potensi destinasi pulau Kodingareng Keke dan Lanjukang. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), sayembara desain pembangunan pun dibuka.

Saat ini tercatat sedikitnya 40 desain karya tim profesional dan pelajar memasuki tahap penjurian sejak mengikuti sayembara yang berlangsung September 2018 lalu.

Satu per satu karya peserta diseleksi. Ada tujuh juri dari berbagai aspek yang turun langsung melihat konsep yang ditawarkan masing-masing tim. Termasuk melibatkan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulsel. Karya yang memenuhi kriteria akan dipilih dan lolos maju ke tahap selanjutnya.



Ketua Panitia Sayembara, Suryadi mengatakan dari hasil seleksi akan keluar delapan karya untuk diseleksi ke tahap selanjutnya.

"Jadi yang lolos ke tahap selanjutnya ini mereka sudah menjadi yang terbaik. Tinggal kita cari siapa terbaik satu dan terbaik dua. Karena kan ada dua pulau, dan masing-masing pulau ada dua kategori student dan profesional," kata Suryadi, Kamis (15/11/2018).

Sayembara ini kata dia, diketahui bertujuan untuk menggali konsep dan gagasan para peserta sayembara. Konsep pengembangan kedua pulau ini pun berbeda. Di Kodingareng Keke, pengembangan konsepnya healt tourism & marine tourism, sementara untuk Pulau Lanjukang mengambil konsep healthy small island tourism zone.

"Wisata kesehatan disini kita harapkan wisatwan yang berkunjung ke pulau dapat menikmati udara segar dan yang kena penyakit rematik kita bisa berendam air asin. Itu konsep yang kita harapkan dari peserta. Kalau marine tourism yaitu wisata bahari untuk diving dan lain-lain," jelasnya.

Kata dia, ada delapan atribut kawasan hijau yang harus dipenuhi para peserta. Diantaranya, perencanaan dan perancanagan yang ramah lingkungan, ruang terbuka hijau, pengurangan volume sampah dan pengelolaan persampahan.

Kemudian pemenuhan pengembangan sistem transportasi berkelanjutan, pengembangan dan pemanfaatan energi yang efisien dan ramah lingkungan, peningkatan kualitas air dan pemeliharaan sumber air, penerapan bangunan ramah lingkungan, serta pengembangan jejaring masyarakat peduli lingkungan.

"Yang penting sebenarnya adalah menyertakan konsep mitigasi bencana serta ramah untuk kaum difabel," ungkapnya.

Para peserta sayambara pun, lanjut dia, harus memasukkan konsep untuk skema investasi melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sehingga, anggaran untuk merealisasikan lebih transaparan dan jelas.

"Konsep skema KPBU, jadi konsep ini mereka bikin biaya RABnya, berapa biaya investor yang harus keluarkan, semua itu penilaian dengan bobot masing-masing," ungkapnya.

Tim yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya akan mempersentasikan karyanya pada 24 November, mendatang. Hadiahnya juga cukup besar, untuk tim profesional itu Rp100 juta, dan pelajar Rp50 juta.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads