alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tim Seleksi Sebut Posisi Petahana KPU Jeneponto Bukan Jaminan

Luqman Zainuddin
Tim Seleksi Sebut Posisi Petahana KPU Jeneponto Bukan Jaminan
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - 40 besar nama calon komisioner KPU kabupaten Jeneponto diumumkan lulus seleksi berkas, Jumat (16/11). Mereka selanjutnya akan mengikuti seleksi Computerized Assisted Test (CAT) pada 20 November nanti di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Ketua Tim Seleksi (Timsel) KPU kabupaten Jeneponto, Tasrifin Taharah menyebutkan, jika yang mendaftar secara keseluruhan adalah 62 orang. Artinya, ada 22 orang yang harus gugur pada seleksi berkas. Menurut Tasrifin, rata-rata yang gugur, gara-gara perbedaan pada pemberkasan.

"Ada beberapa kesalahan, yang menyebabkan mereka gugur. Pertama, tidak ada bukti secara administrasi antara CV dengan data-data. Misalnya, ada yang mengatakan, pernah menjadi pengurus atau terlibat di lembaga kepemiluan, tapi tidak ada SK. Kami melihat bukti yang konkret," sebut Tasrifin saat ditemui di Coffee Lovers, Urip Sumoharjo, Jumat, (16/11/2018).



Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki SK sesuai dengan yang mereka cantumkan dalam CV secara umum diloloskan. Apalagi jika mereka memiliki pengalaman kepemiluan dan memiliki jenjang pendidikan yang baik. Hal itulah yang membuat 5 komisioner petahana, ikut lolos dalam 40 besar tersebut.

"Yang terukur itu Ijazah pelamar, pengalaman keorganisasian, dan makalah. Makanya, yang pernah duduk sebagai komisioner lolos. Para komisioner ke 5-nya masih lolos, karena mereka masih punya SK yang bobotnya sangat besar," ungkap Tasrifin.

Meski begitu, para petahana itu kata Tasrifin tidak punya jaminan apapun bisa lolos pada tahap selanjutnya. Misalnya saja tahap seleksi pengetahuan kepemiluan (CAT) ataupun tes kesehatan. Termasuk, pada tahap klarifikasi laporan masyarakat terhadap kinerja mereka.

"Tidak ada jaminanya untuk lolos. Yang bisa menyebabkan mereka gugur, jika ada tanggapan masyarakat saat bekerja kinerjanya kurang bagus atau melakukan kesalahan dengan sidang DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu)," ujarnya.

Apalagi, jika sampai ada keputusan yang dikeluarkan terhadap ke-5 komisioner tersebut. "Itu menjadi garis merah (tanggapan kurang puas) bagi Timsel apakah menjadi perhatian atau tidak. Apakah bisa lanjut atau tidak, tergantung keputusan dari DKPP," sambung Tasrifin.

Terakhir, Tasrifin menjelaskan jika rata-rata pendaftar berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. Ada Aparatur Sipil Negara (ASN), aktivis, wiraswasta, serta dari kalangan jurnalis. Sementara pendidikan tertinggi, ada yang berpendidikan S3.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook