alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BMKG Terjunkan Tim Teliti Gempa di Kabupaten Mamasa

Asrianto Suardi
BMKG Terjunkan Tim Teliti Gempa di Kabupaten Mamasa
Tim BMKG melakukan penelitian gempa yang terus terjadi di Kabupaten Mamasa. Foto: Istimewa

MAMASA - Untuk mengetahui penyebab rentetan gempa yang terus mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dalam dua pekan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendatangkan tim ahli gempa dari BMKG Pusat.

Tim ini di dampingi oleh BMKG Wilayah IV Makassar, mereka melakukan penelitian dan sosialisasi di wilayah Kecamatan Mamasa.

Tim ini melakukan penelitian di beberapa titik, seperti Desa Kariango dan Lambanan. Kedua desa tersebut merupakan desa yang paling terdampak bencana gempa.



Kepala Sub Bidang Penyebaran Informasi BMKG Wilayah IV Makassar, Made Widiana menjelaskan bahwa, gempa ini memang ada kaitannya dengan gempa Palu yang terjadi sebelumnya pada akhir September lalu.

Namun, di Mamasa tidak ada potensi Pencairan tanah atau likuifaksi tanah, sebab fenomena itu yang terjadi ketika ada tanah yang kehilangan kekuatan akibat getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat.

"Ini ada treger dari gempa Palu sebelumnya, namun tidak berdampak seperti di Palu, karena besaran magnitudo gempa di Mamasa hanya dalam skal kecil," jelasnya, Selasa (20/11/2018).

Tim juga telah melakukan penggalian tanah dengan kedalaman beberapa meter dan mengambil dan melihat sampel tanah di Mamasa.

Made mengatakan, lapisan bagian bawah tanah di Mamasa terdiri dari bebatuan padat dan keras sehingga tidak ada potensi likuifaksi adapun bentuk gempa bumi yang terjadi di Mamasa terjadi akibat adanya patahan atau retakan dikerak bumi yang membuat pergesekan antar lempeng batuan inilah yang sebut, gempa bumi tektonik.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak takut dan panik jika terjadi gempa susulan, sebab ini biasa terjadi. Namun ia tetap mengimbau agar warga tetap waspada.

"Demi keamanan baiknya mencari titik aman di wilayah masing-masing dan mendirikan tenda-tenda seperti yang saat ini dilakukan beberapa warga," katanya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook