alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

APK Jokowi Menjamur di Sulsel, PDIP: Itu Bukan Milik Kami

Luqman Zainuddin
APK Jokowi Menjamur di Sulsel, PDIP: Itu Bukan Milik Kami
Alat peraga kampanye Jokowi yang terpasang di Luwu Raya. Foto: Chaeruddin/SINDOnews

MAKASSAR - Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulsel, melayangkan surat klarifikasi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.

Surat itu, sebagai penjelasan atas Alat Peraga Kampanye (APK) bergambar wajah Joko Widodo (Jokowi), yang diduga dipasang oleh PDI Perjuangan untuk mengkampanyekan Calon Presiden nomor urut 1 itu, di beberapa titik di daerah Sulsel.

Dalam surat yang diterbitkan tertanggal 15 November tersebut, PDI Perjuangan menjelaskan jika alat peraga berbentuk baliho, spanduk, dan banner itu bukanlah dicetak dan dipasang oleh PDI Perjuangan.

Sekretaris PDI Perjuangan Sulsel Rudy Pieter Goni menjelaskan, jika partainya sampai saat ini belum memproduksi alat peraga.

"Pertama, model APK kami tidak seperti itu. Kami punya standar model yang sama di seluruh Indonesia. Kedua, SOP (Standar Operational Prosedur) kami tentang pemasangan APK kami tidak seperti itu. Kami taat asas. Jadi, itu bukan milik kami," ujar Rudy saat dikonfirmasi via sambungan selulernya, Rabu, (21/11/2018).

Menurut Rudy, partainya menaati aturan yang ada soal pemasangan APK. Misalnya mengenai lokasi yang boleh dan tidak memasang APK, sesuai SK KPU. Selain itu, ada estetika keindahan kota sesuai Peraturan Daerah (Perda) setempat yang ingin dipatuhi.

Rudy pun meyakinkan, jika saat ini sama sekali tidak ada APK yang dicetak PDI Perjuangan, baik itu untuk Pilpres maupun Pemilihan Legislatif (Pileg).

"Menurut kami, bahwa apa yang ada itu, nanti saatnya akan kami pasang sesuai dengan titik yang ditetapkan KPU dan setelah berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Kan ada yang ditetapkan itu lokasi-lokasinya," sambung Rudy.

Lebih jauh, anggota DPRD Sulsel itu mengaku jika alat peraga yang terpasang itu merugikan pihaknya. Sebab, ada stigma yang muncul di tengah masyarakat jika PDI Perjuangan abai terhadap peraturan. Apalagi, posisi PDI Perjuangan yang merupakan partai pemerintah.

"Kami tidak tahu siapa yang memasang, kami tak tahu apa motifnya. Apakah betul-betul mencintai PDI Perjuangan atau Jokowi, ataukan ada maksud lain, kami tidak tahu," aku Rudy.

Ia pun meminta pihak terkait seperti Bawaslu dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak alat peraga yang dianggap melanggar itu.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads