alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gara-gara Utang Helm, Siswa SMK di Polman Terlibat Tawuran

Asrianto Suardi
Gara-gara Utang Helm, Siswa SMK di Polman Terlibat Tawuran
Para siswa SMK Campalagian Polman diamankan Polsek Wonomulyo usai terlibat tawuran dengan siswa SMK YPPP, Rabu (21/11/2018). Foto : Asrianto Suardi/SINDOnews

POLEWALI - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Campalagian dan YPPP Wonomulyo terlibat tawuran, Rabu (21/11/2018), dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

Informasi yang diperoleh SINDOnews, tawuran ini diduga dipicu karena persoalan utang pembayaran helm. Sehingga pelajar dari SMK Campalagian mendatangi SMK YPPP Wonomulyo yang berujung bentrokan.

"Awalnya mereka datang baik-baik pak, tapi entah kenapa, mereka langsung menyerang teman-teman di sekolah menggunakan parang dan badik. Sebelumnya mereka juga berbuat onar, dengan masuk ke areal sekolah menggunakan sepeda motor yang menggunakan knalpot bersuara bising," aku salah satu siswa SMK YPPP, Abdul Hafid saat dimintai keterangannya di kantor polisi.

Atas kejadian tersebut, sedikitnya sembilan siswa SMK Campalagian diamankan untuk diminta keterangannya di Polsek Wonomulyo, Polman, Sulbar.

Sementara itu, pengakuan dari salah satu siswa SMK Campalagian, Riswar, penyerangan tersebut dilatarbelakangi piutang pembayaran helm yang belum dilunasi salah satu siswa SMK YPPP.

“Tadi kami datang ke sekolah ini mau menagih uang hasil penjualan helm pada salah satu pelajar di sini, tapi tidak tau kenapa teman-teman yang lain langsung berbuat onar, kami juga tidak tau kalau ternyata mereka membawa senjata tajam," aku Riswar yang menderita babak belur di wajahnya.

Kapolsek Wonomulyo, AKP Deni Irwansyah menyatakan, selain mengamankan para siswa tersebut. Pihaknya juga mengamankan sejumlah sajam yang ditemukan di lokasi tawuran.

"Ada sajam diamankan tapi diduga milik pelajar lain. Bukan sajam yang dibawa pelajar yang kami amankan," akunya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, para siswa yang diamankan diberikan surat pernyataan guna tidak mengulangi lagi perbuatannya yang ditandatangani langsung pihak orangtua.

Apalagi disinyalir, mereka kerap membolos sekolah.

"Kami sudah kembalikan kepada masing masing orang tuanya," ucap AKP Deni.



(bds)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads