TOPIK TERPOPULER

WHO Sahkan Protokol untuk Uji Klinis untuk Obat Herbal COVID-19

Victor Maulana
WHO Sahkan Protokol untuk Uji Klinis untuk Obat Herbal COVID-19
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setujui protokol untuk uji klinis obat herbal COVID-19. Foto: Istimewa

JENEWE - Selain meniapkan vaksin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengesahkan protokol untuk menguji obat-obatan herbal Afrika sebagai pengobatan potensial untuk virus Corona dan epidemi lainnya.

COVID-19 telah mengangkat masalah penggunaan obat-obatan tradisional, untuk memerangi penyakit kontemporer.

Baca Juga: Saat Vaksin Corona Ditemukan, Kita Sulit Menentukan Siapa yang Jadi Prioritas



Pengesahan protokol tersebut diprediksi akan mendorong pengujian dengan kriteria yang serupa dengan yang digunakan untuk molekul yang dikembangkan oleh laboratorium di Asia, Eropa, atau Amerika.

"Para ahli WHO dan kolega dari dua organisasi lain mengesahkan protokol untuk uji klinis pengobatan herbal fase III untuk Covid-19 serta piagam dan kerangka acuan untuk pembentukan data dan papan pemantauan keamanan untuk klinis pengobatan herbal. Uji klinis Fase III sangat penting dalam menilai sepenuhnya keamanan dan kemanjuran produk medis baru," kata Direktur Regional WHO, Prosper Tumusiime.

"Jika produk obat tradisional terbukti aman, berkhasiat dan terjamin kualitasnya, WHO akan merekomendasikan (itu) untuk manufaktur lokal skala besar yang dapat dilacak dengan cepat,” sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (20/9/2020).

Tumusiime mengatakan, mitra WHO dalam hal ini adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, dan Komisi Urusan Sosial Uni Afrika.

“Permulaan Covid-19, seperti wabah Ebola di Afrika Barat, telah menyoroti kebutuhan untuk memperkuat sistem kesehatan dan mempercepat program penelitian dan pengembangan, termasuk pada obat-obatan tradisional,” ungkapnya.

Baca Juga: April, Trump Janjikan Vaksin Covid-19 Tersedia untuk Warga AS

Dia tidak merujuk secara spesifik pada minuman Madagaskar Covid-Organics, juga disebut CVO, yang oleh Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina dianggap sebagai obat untuk virus tersebut. Minuman itu telah didistribusikan secara luas di Madagaskar dan dijual ke beberapa negara lain, terutama di Afrika.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!