alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sejumlah Pengungsi Gempa Mamasa Masih Bertahan di Tenda Darurat

Asrianto Suardi
Sejumlah Pengungsi Gempa Mamasa Masih Bertahan di Tenda Darurat
Pengungsi gempa Mamasa diberikan pengarahan. Mereka masih bertahan di tenda pengungsian. Foto: Istimewa

MAMASA - Meski Pemerintah Kabupaten Mamasa telah mengakhiri masa tanggap darurat bencana gempa, namun sejumlah pengungsi masih tetap bertahan di sejumlah posko pengungsian, Jumat, (23/11/2018).

Seperti di posko induk lapangan sepakbola Mamasa, masih ada sekitar 10 tenda pengungsi yang dihuni sekitar 300 orang jiwa.

Salah seorang pengungsi, Joharifan mengatakan, meskipun pemerintah mengakhiri masa tanggap darurat, namun dirinya akan bertahan di tenda, dengan syarat pemerintah tidak membongkar tenda pengungsian.



Ia mengaku masih takut kembali kerumahnya karena masih takut jika terjadi gempa susulan. Untuk bertahan hidup, para pengungsi akan berusaha secara swadaya dengan mengandalkan sisa logistik yang mereka miliki.

"Kalau pulang ke rumah kita juga was-was, apalagi tidak ada jaminan gempa itu telah berakhir. Kami akan tetap berada hingga siatuasi betul-betul kondusif," jelasnya.

Berbeda dengan di lapangan sepakbola Mamasa. Suasana di posko induk lapangan sepakbola kecamatan Sumarorong, posko induk ini telah kosong dari tenda pengungsi sebab, para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

"Seluruh tenda seperti pos kesehatan, dapur umum telah dibongkar, jadi pengungsi sudah tidak ada di lapangan. Namun masih ada ratusan yang mengungsi di rumah keluarganya," ujar Daud Sattu, Kepala BPBD Mamasa.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa, masih ada sekitar 2.7000 warga yang masih mengungsi. Jumlah ini merupakan total keseluruhan jumlah pengungsi yang tersebar di posko induk dan sejumlah titik wilayah kecamatan yang ada di Mamasa.

Daud Sattu mengatakan, usai masa tanggap darurat berkahir, pemerintah akan menetapkan masa transisi atau masa pemulihan.

BPBD memberi solusi jika pengungsi yang maaih ingin bertahan di posko, pihak BPBD tidak akan membongkar tenda yang ditempati pengungsi. Namun untuk pemberian logistik, pemerintah sudah tidak memberi lagi bantuan logistik.

"Mereka akan secara swadaya berusaha dengan Logistik untuk bertahan di tenda," ungkapnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook