TOPIK TERPOPULER

Tiga Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi Secara Bergilir Jadi Tersangka

Faisal Mustafa
Tiga Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi Secara Bergilir Jadi Tersangka
Tiga dari tujuh pelaku pemerkosaan secara beramai-ramai ditetapkan jadi tersangka. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Jajaran Penyidik Unit Reskrim Polsek Panakkukang, menetapkan tiga tersangka dari tujuh orang yang diamankan terkait kasus pemerkosaan secara beramai-ramai. Korban berinisial E (23), mahasiswi salah perguruan tinggi swasta di Kota Makassar.

Mahasiswi tersebut digagahi di kamar 101, salah satu hotel di Kecamatan Panakkukang, setelah sebelumnya diajak berpesta miras di tempat hiburan malam ternama di Kota Makassar, Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 03.00 Wita.

Baca Juga: Mahasiswi di Makassar Mengaku Diperkosa Secara Bergiliran Oleh 6 Pria



Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman mengatakan, tiga pria yang tersangka berinisial AF (22), Fh (26), dan NA (20) setelah melalui gelar perkara dan prarekonstruksi setelah orang-orang yang diduga terlibat ditangkap kurang dari 24 jam.

Sebanyak 20 adegan diperagakan oleh tujuh orang yang diamankan, dimana salah satunya merupakan wanita berinisial SW. Wanita berusia 21 itu dalam prarekonstruksi diketahui orang yang mengajak korban ke salah satu THM di Kecamatan Ujung Pandang.

Mereka berpesta minuman keras jenis bir. Melihat E sudah dibawah pengaruh alkohol, mereka lalu memesan dua kamar di hotel. Mahasiswi tersebut kemudian dibawa ke hotel menggunakan mobil milik salah satu tersangka.

Korban yang tengah mabuk berat dibaringkan di tempat tidur, lampu dimatikan. Lalu tiga tersangka secara bergantian memerkosa korban, diawali dengan AF, lalu FH dan terakhir NA.

"Jadi tiga tersangka. Ada satu tersangka (FH) sudah berkeluarga," kata Iqbal, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga: Teror Video Call WhatsApp Cabul Resahkan Mahasiswi UIN Alauddin

Sementara empat orang yang diamankan sebelumnya, oleh penyidik dijadikan sebagai saksi, termasuk SW, wanita yang menemani korban di THM. Iqbal menduga ada unsur perencanaan dalam tindak pidana kesusilaan tersebut.

"Kemungkinan seperti itu (direncanakan), tidak menutup kemungkinan juga ada tersangka. Intinya biarkan proses penyidikan berjalan kita tunggu hasilnya," ucap mantan Kanit Reskrim Polsek Rappocini ini.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!