alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Potensi Belum Terkelola, Pemkab Selayar Buka Peluang Investasi

Kurniawan Eka Mulyana
Potensi Belum Terkelola, Pemkab Selayar Buka Peluang Investasi
Keindahan potensi wisata. Pesona pasir putih dan air laut yang jernih di ujung Pulau Selayar, Pantai Appa Tana, Kabupaten Selayar. Foto : Kurniawan Eka Mulyana/SINDOnews

SELAYAR - Langkah pria muda itu tampak tergesa. Tangan kanannya memegang ember hitam berukuran kecil. Setelah tiba di laut, hanya beberapa puluh sentimeter dari bibir pantai, dia mengeluarkan tiga ekor lobster dan memasukkan ke dalam air.

Wajahnya terlihat kecewa, ketiga lobster tersebut tetap tidak bergerak. Ahmad, pria itu memeriksa satu persatu lobster itu. Tapi, tetap tidak bergerak.

"Pingsan ini lobster, kurang airnya tadi. Saya mau masukkan ke keramba," ucapnya sambil memasukkan ketiga lobster itu kembali ke dalam ember kecil.



Dia lalu berjalan menuju perahunya, dan mendayung menuju keramba, yang terletak sekitar beberapa ratus meter dari bibir pantai.

Tidak jauh dari lokasi itu, beberapa pengunjung pantai asyik berposeĀ  dengan latar laut dan dermaga kayu yang sudah tidak terpakai.

Terik matahari siang yang cukup menyengat seolah kalah oleh pesona pasir putih dan air laut yang jernih di ujung Pulau Selayar, Pantai Appa Tana. Para pengunjung yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari itu mengambil beragam pose.

Pantai Appa Tana hanya satu dari beberapa lokasi indah yang belum terkelola dengan baik di kabupaten kepulauan tersebut. Misalnya Pulau Bahuluang yang terletak paling dekat dengan Pulau Selayar, Pulau Pasigusung, dan beberapa pulau lain.
Potensi Belum Terkelola, Pemkab Selayar Buka Peluang Investasi
Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal Daerah, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP Tenaga Kerja) Kepulauan Selayar, Ichsan Chairuddin, mengakui sejauh ini potensi yang dimiliki Kepulauan Selayar belum terkelola secara maksimal. Baik itu pariwisata maupun sektor perikanan.

Anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Selayar disebutnya tidak mencukupi untuk pengembangan sektor-sektor potensial tersebut.

Olehnya itu, pihaknya gencar mempromosikan potensi-potensi yang ada, untuk menarik investor dalam membangun dan mengembangkan potensi daerah.

Salah satu yang dilakukan adalah menggandeng pihak yang berkaitan langsung dengan sektor pariwisata dan media. Termasuk dengan menggelar fam trip dengan beberapa media massa dan pegiat sektor pariwisata.

"Ini salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi di Selayar. Bukan cuma pariwisata saja. Potensi perikanan kita cukup berlimpah. Tapi banyak yang tidak masuk ke daerah Selayar karena langsung dibawa ke daerah lain," paparnya, Rabu (29/11/2018), di Kampung Bone Taringan, yang merupakan lokasi penyeberangan menuju Pulau Bahulungan.

Melalui fam trip yang dilaksanakan oleh Patapulo sebagai pihak ketiga tersebut, pihaknya memperkenalkan sedikitnya 5 potensi wisata yang belum terkelola dengan maksimal.

Pulau Bahulungan misalnya, pulau yang ditempuh dalam waktu 15 hingga 30 menit tersebut, memiliki pantai pasir putih dan lokasi untuk diving atau snorkelling.

Kurang maksimalnya pengelolaan langsung dapat dilihat sejak perahu akan merapat ke pantai. Sampah tampak berserakan, kontras dengan eksotisme lokasi yang diapit tebing karang dan air yang sangat jernih.

Kondisi yang sama juga terlihat di sepanjang pantai di Pulau Pasigusung dan Pantai Batu Karapu. Bahkan untuk menuju Pantai Batu Karapu yang terletak di Pulau Selayar, pengunjung harus melalui jalanan tanah berbatu.

"Khususnya untuk fasilitas penunjang, itu dibutuhkan investor," lanjutnya.

Begitu pula dengan sektor perikanan, juga membutuhkan sentuhan investor untuk industri pengolahan hasil laut. Misalnya mesin pendingin atau cold storage.

Sekretaris Asita Sulawesi Selatan, Dedi Kr Emba, yang turut dalam fam trip tersebut menyatakan hal yang sama. Menurutnya potensi yang ada belum terkelola dengan baik.

Dedi menyatakan, Pulau Bahulungan bisa menjadi pilihan untuk diving dan snorkelling, selain Pulau Takabonerate yang sudah dikenal luas.

Terlebih pulau itu merupakan pulau terdekat dari Pulau Selayar. Sehingga wisatawan tidak memerlukan waktu tempuh yang terlalu lama untukĀ  mencapainya.

"Belum terkelola dengan baik, saya sarankan untuk dijadikan desa wisata, jadi mereka juga menjaga kebersihan dengan baik. Sehingga pemerintah tinggal jadi fasilitator saja," tuturnya.

Mengenai sampah yang ada di pantai, dia menyebut itu merupakan sampah yang terbawa ombak, dan memang sering terjadi saat musim seperti ini.

Sementara, Sekretaris PHRI Sulsel, Nasrullah Karim, berpendapat, untuk menarik investor ke Selayar bukan hanya dibutuhkan potensi investasi semata.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah jaminan kepastian hukum untuk mereka.

"Yang pertama harus jelas adalah jaminan kepastian hukum. Misalnya terkait lahan dan sebagainya, karena investor tidak mau ke depannya bermasalah," ucapnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook