alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Trauma,Pengungsi Gempa MamasaPilih Bertahan di Tenda Darurat

Asrianto Suardi
Trauma,Pengungsi Gempa MamasaPilih Bertahan di Tenda Darurat
Pengungsi gempa Kabupaten Mamasa memilih bertahan di tenda darurat lantaran masih trauma. Foto: Astrianto Suardi/SINDOnews

MAMASA - Memasuki masa transisi atau masa pemulihan pascagempa di Mamasa, Sulawesi Barat, ratusan pengungsi masih bertahan di sejumlah posko pengungsian yang tersebar di sejumlah titik. Seperti di lapangan sepakbola Mamasa, masih ada sekitar 100 orang mengungsi.

Ratusan pengungsi memilih untuk tetap bertahan di tenda pengungsian, lantaran masih trauma akibat gempa yang sesekali masih terjadi. Selain itu, alasan mereka tetap bertahan karena rumah mereka mengalami kerusakan, sehingga warga takut pulang ke rumah.

"Kami takut kalau rumahnya ambruk jika terjadi lagi gempa susulan,"kata Nuria, salah satu pengungsi.



Berada di pengungsian selama hampir sebulan warga kini mulai kekurangan logistik, sebab mereka sudah tidak lagi mendapat bantuan bahan makanan dari Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Nuria salah satu warga Kecamatan Mamasa yang masih bertahan di pengungsian mengatakan, sudah tiga minggu ia berada di tenda pengungsian, karena masih trauma, sebab gempa masih sesekali dirasakan. Selain itu, rumah mereka juga mengalami retakan sehingga masih takut pulang ke rumah.

Ia mengaku, setelah pemerintah Kabupaten Mamasa mengakhiri masa siaga darurat, BPBD tidak lagi memberikan bantuan bahan makanan, sehingga persediaan bahan makanan ditanggung sendiri.

"Persediaan bahan makanan yang kami miliki hanya bertahan selama satu minggu ke depan. Kami bertahan di tenda pengungsian karena masih trauma," trurnya, saat di temui di tenda, Jumat (30/11/2018).

Nuria menuturkan, dia dan keluarganya gelah mengungsi selam hampir tiga pekan da sangat membutuhkan bahan makanan, sehingga ia berharap ada bantuan bahan makanan dari pemerintan.

Data BPBD Mamasa mencatat, warga Kabupaten Mamasa yang mengungsi ke luar daerah, sebanyak 99 orang, yang tersebar di luar daerah seperti Makassar, Pinrang dan Polewali Mandar. Jumlah total pengungsi hingga saat ini, tercatat masih sebanyak 600 orang lebih yang tersebar di beberapa titik.

"Pada umumnya, warga mendirikan tenda darurat di depan rumah masing-masing. Pada siang hari warga melakukan aktivitas dan pada malam hari warga kembali ke tenda masin-masing," kata Yan Lebok, Koordinator posko pengungsian gempa Mamasa.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook