alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dinilai Lambat, Komisi V DPR Desak Penyelesaian Kereta Api Sulsel

Suwarny Dammar
Dinilai Lambat, Komisi V DPR Desak Penyelesaian Kereta Api Sulsel
KUNJUNGAN KOMISI V. Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat RI mendesak agar pemerintah mempercepat penyelesaian proyek kereta api di Sulawesi Selatan yang dinilai begitu lambat. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

MAKASSAR - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak agar pemerintah mempercepat penyelesaian proyek kereta api di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai begitu lambat.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono, menilai perampungan proyek ini sangat penting, karena akan memberikan dampak positif khususnya mempercepat pergerakan aktifitas ekonomi masyarakat tidak saja disektor transportasi tapi juga logistik.

Kata dia, dari laporan Satker PPK Kereta Api Sulsel penyelesaian jalur rel kereta api hanya sekitar 16 kilo meter (km) untuk 1 tahun saja dari target 100 km. Padahal, hal itu bisa diselesaikan cepat dan tidak molor lagi.



Kondisi terjadi tentu tak lepas dari perhatian pemerintah, agar segera menjadikal penyelesaian kereta api Sulsel skala prioritas.

“Pemerintah kurang peduli dengan penyelesaian kereta api Sulsel, harusnya tahun ini bisa banyak bisa rampung. Tapi rupanya dana untuk kereta api dialihkan ke membangun LRT yang ada di Palembang.Mestinya proyek ini diselesaikan cepat, karena Sulsel merupakan Hub Kawasan Indonesia Timur,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja kantor Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Perkeretaapian Sulsel, Dirjen Perkeretaapian wilayah Jawa Baian Timur, di Kantornya, di Kompleks Citra Sudiang Indah, Sabtu (1/12/2018).

Politisi Gerindra ini menuturkan, proyek itu baru membahas tentang pembangunan rel, belum penyediaan gerbong kereta yang seharusnya juga bisa dipercepat. Sehingga nantinya, jika rel kereta rampung gerbong kereta juga bisa segera dipasang.

“Jangan sampai relnya rampung tahun depan bisa dipakai, tapi rangkaian gerbong dan kereta apinya tidak bisa dipakai bahkan baru bisa jadi tahun 2020. Ini bisa mubasir, karena banyak ditemukan kondisi proyek infrastruktur nasibnya tak jelas,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh stakeholder terkait berkordinasi sebelum nantinya pemanfaatan kereta api mulai dioperasikan agar memikirkan segara ketersediaan sarana dan prasarananya.

Sementara itu, Staff Tehnik - PPK Pengembangan Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Sugiyamto melaporkan proyek fisik yang sudah diselesaikan sekitar 95% untuk pembangunan rel kereta api dan tahun depan ditargetkan akan mulai dioperasikan jalur sepanjang 47 kilo meter (km) jalur Parepare ke Garongkong Barru dengan serapan dana Rp1,97 triliun. Begitupun dari Garongkong ke Maros sepanjang 64 km dengan serapan biaya Rp2,9 triliun, dari total alokasi anggaran untuk membangun kereta api Sulsel Jalur Makassar ke Barru sebesar Rp5 triliun dengan panjang 110 km.

“Jika beroperasi ini menjadi rel kereta api pertama di Indonesia dengan lebar jalan rel sekitar 1.435 mm dan kecepatan 200 km per jam,” paparnya.

Sugiyamto, menyatakan, nantinya akan ada 7 stasiun besar dihadirkan lokasinya tersebar di New Port Tallo, Maros, Pangkajene, Tanete Rilau, Barru, Lumpue dan Soreang. Tak hanya itu, ada juga 9 stasiun kecil berlokasi di Parangloe, Mandai, Ramang-ramang, Labbakkang, Ma’rang, Takkalasi,Mangkoso dan Palanro dan dilengkapi 3 stasiun kecil (siding track) di Bosowa, Tonasa dan Garongkong untuk aktifitas industri.

Usai melakukan kunker ke kereta api, Bambang juga berkunjung ke areal proyek Makassar New Port (MNP). Ditempat tersebut pihaknya mengapresiasi proses pembangunan tol laut sesuai target, bahkan sudah dimanfaatkan untuk aktifitas bongkat muat peti kemas baik ekspor maupun domestik.

Begitupun di areal Bandar Udara Hasanuddin, Bambang secara langsung melihat aktifitas pengamanan bandara ditemani pihak Ototitas Bandara (Otband).



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads