alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Murid SD di Mamasa Ujian Semester Dalam Tenda Darurat

Asrianto Suardi
Murid SD di Mamasa Ujian Semester Dalam Tenda Darurat
Ratusan murid Sekolah Dasar harus melakukan ujian semester di dalam tenda darurat. Foto: Istimewa

MAMASA - Sejumlah Sekolah di Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa menggelar sekolah di tenda darurat. Salah satunya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 Mamasa, ratusanĀ muridĀ terpaksa ujian di bawah tenda. Sebanyak 667 siswa yang terdiri dari kelas I-VI, mengikuti ujian di bawah tenda.

Hal ini terpaksa dilakukan lantaran gedung sekolah mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain itu faktor keselamatan, juga menjadi pertimbangan dari pihak sekolah dan orang tua murid. Mereka khawatir jika ujian dilakukan didalam kelas, bangunan bisa ambruk jika gempa susulan kembali terjadi.

Kepala SDN 002 Mamasa, Linda mengatakan, karena kondisi bangunan tidak memungkinkan untuk digunakan, itu juga sesuai anjuran BMKG, bahwa untuk sekolah yang menggunakan lantai dua, untuk sementara tidak difungsikan, demi keselamatan para murid.



"Ini juga sesuai kesepakatan dari dari orang tua murid, agar ujian semester yang dilakukan di dalam tenda darurat," ujarnya, Selasa (4/12/2108).

Karena tempatnya terbatas, pihak sekolah mensisasati dengan cara membagi dua shift, yakni kelas I,II,III masuk pagi, sementara kelas IV, V, VI masuk siang hari. Siswa digabung, misalnya kelas 1a, digabung dengan kelas 1b, dan begitu seterusnya.

"Seharusnya, setiap ruangan berjumlah 20 murid, namun karena kondisi saat ini yang tidak memungkinkan, maka jumlah murid yang mengikuti ujian semester tiap ruangan, melibihi batas maksimum, yakni lebih dari seratus untuk tiap ruangan," katanya.

Sejak hari pertama dilangsungkan ujian semester, sejumlah orang tua murid terlihat mengantar dan menunggu anaknya hingga selesai ujian.

"Kita masih trauma jadi lebih baik kita tunggu sampai pulang, walaupun intensitas gempa sudah sangat menurun, namun kita tetap khawatir," ujar Ismi, salah satu orang tua siswa.

Pihak sekolah berharap, pemerintah kabupaten setempat bisa segera memperbaiki sekopah mereka, agar proses belajar mengajar bisa normal kembali.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook