alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mahasiswa Desak Polisi Usut Kasus Pemukulan Karyawan PDAM Bone

Supriadi Ibrahim
Mahasiswa Desak Polisi Usut Kasus Pemukulan Karyawan PDAM Bone
Buntut kenaikan tarif air bersih, mahasiswa HMI Cabang Bone gelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemkab Bone, Jumat (07/12/2018). Meminta Bupati Bone mengkaji ulang kebijakan yang dikeluarkan PDAM.

WATAMPONE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone kembali menggelar aksi unjuk rasa penolakan kenaikan tarif dasar kebutuhan air bersih yang dikeluarkan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bone, Jumat (07/12/2018).

"Tuntutan kami yaitu meminta Bupati Bone untuk segera mengkaji ulang terkait kenaikan tarif tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang ada. Sementara itu kami juga meminta kepada inspektorat untuk melakukan audit kepada PDAM karena kami mengindikasi adanya dugaan korupsi," kata Koordinator Aksi, Iwan Taruna.

Menurut dia, kenaikan tarif PDAM yang mencapai 50 persen tidak sesuai ketentuan yang diatur dalam Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

Selain menggelar aksi di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, ratusan mahasiswa ini juga mendesak Kapolres Bone untuk mengusut tuntas kasus pemukulan kader HMI oleh oknum PDAM buntut dari aksi penolakan yang berlangsung Jumat 30 November lalu.

"Kami juga meminta agar Kapolres Bone mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pegawai PDAM kepada kader HMI," pungkas Iwan Taruna di Mapolres Bone.

Sementara itu, Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim mengaku, kasus dugaan pemukulan saat ini tengah didalami pihaknya.

"Kasusnya sudah ditangani, kami masih mencari bukti bukti. Untuk anggota saya yang melakukan pemukulan kami juga akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," akunya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads