TOPIK TERPOPULER

ASN di Parepare Diminta Tak Gunakan Elpiji Bersubsidi

Darwiaty Dalle
ASN di Parepare Diminta Tak Gunakan Elpiji Bersubsidi
ASN di Parepare diminta tak gunakan elpiji bersubsidi, Disdag melakukan program penukaran tabung gas. Foto: Sindonews/dok

PAREPARE - Sejumlah langkah dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Parepare bersama PT Petamina agar penggunaan elpiji bersubsidi tepat sasaran, termasuk melakukan program penukaran tabung terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih menggunakannya.

Bahkan mereka menyisir rumah ASN yang masih menggunakan elpiji bersubsidi dan meminta melakukan penukaran (trade in) tabung gas elpiji 3 Kg ke Bright Gas ukuran 5,5 kg.

Baca Juga: Ketua DPD La Nyalla Dorong Realisasi Museum Habibie di Parepare



Plt Kepala Disdag Parepare Hasan Ginca mengatakan, selain menjemput langsung ke rumah ASN yang akan melakukan penukaran tabung gas melon ke tabung pink, pihakhya juga membuka posko khusus penukaran yang ditempatkan di kantor Disdag dan Bappeda Parepare.

Hasan mengatakan, untuk penukaran 1 tabung gas 3 kg ke tabung Bright Gas 5,5 kg, ASN cukup mendambah Rp150 ribu. Tapi jika tabung melonnya ada dua, kata dia, tambahannya cuma Rp 68 ribu saja.

"Penukaran juga bisa melalui agen elpiji, PT Gasmita atau ke dinas kami," ungkapnya.

Sekretaris Disdag Parepare, St Rahmah Amir menambahkan, ASN yang telah memiliki tabung pink dan ingin melakukan pengisian ulang, juga bisa dilakukan melalui Disdag, dan akan difasilitasi ke pihak PT Gasmita.

"Bebas ongkos kirim jika melalui PT Gasmita, dan berlaku hingga akhir 2020 mendatang," jelasnya.

Ke depan, kata Rahma, pihaknya berharap agar tidak ada lagi ASN di Parepare yang menggunakan elpiji bersubsidi, karena gas melon diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: Guru di Parepare Diminta Tak Bebani Siswa dengan Tugas Berat

Sales Branch Manajer Pertamina IV Sulseltra, Arnaldo Andika Putra menjelaskan, program tukar tabung gas melon ke tabung pink, sinergi antara Pertamina dengan Disdag Parepare. Tujuannya, kata dia, agar Elpiji bersubsidi betul-betul tepat sasaran dan hanya digunakan masyarakat dari kalangan menengah ke bawah.

"Ini juga upaya mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg yang kerap terjadi, meski stok tiap hari kita salurkan sesuai kuota Parepare," tandasnya.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!