alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penipu Modus Pengganda Akun Perwira TNI Diamankan di Kota Palopo

Budi Santoso
Penipu Modus Pengganda Akun Perwira TNI Diamankan di Kota Palopo
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Anggota Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin berhasil mengamankan tiga pelaku penipuan modus penyamaran sebagai pejabat TNI AD lingkup Kodam XIV Hasanuddin.

Aksi penipuan ini dilakukan tiga warga Kota Palopo, Sulsel. Mereka melakukan aksinya di media sosial (medsos) dengan menggandakan akun WhatsApp (WA) milik perwira TNI hingga Pangdam XIV Hasanuddin, atau yang dikenal dengan sebutan akun kloning.
 
"Sudah diamankan (pelaku), setelah diinterogasi tim kodam, mereka diserahkan ke polisi," sebut Kapendam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah melalui via WhatsAppnya di Makassar, Minggu (09/12/2018).

Alamsyah menjelaskan, saat pelaku beraksi, mereka tidak segan-segan meminta uang hingga pulsa kepada calon korbannya yakni prajurit TNI AD. Kepada para calon korbannya, pelaku menggunakan profil perwira TNI berkomunikasi via WhatsApp.



"Penipuan dengan modus minta pulsa atau minta transfer uang kepada para pejabat atau anggota TNI melalui kloning WhatsApp. Mereka mengambil dan menggunakan foto pejabat TNI berpangkat perwira tinggi, bahkan ada yang jabatan Pangdam sebagai profile di akun penipuan," jelasnya.

Atas aksi penipuan yang hampir menelan korban anggota TNI AD, tim Cyber Kodam XIV Hasanuddin pun langsung melacak keberadaan pelaku. Dalam tempo lima hari, kata Alamsyah, pihaknya mengamankan pelaku di Kota Palopo, Sulsel pada 5 Desember 2018 baru-baru ini.

Ketiga pelaku yakni Aswar selaku pihak pemilik rekening yang berperan sebagai pengumpul uang hasil penipuan. Kemudian Andi Ladeng yang bertugas mengambil uang tersebut. Lalu mahasiswa inisial IG yang berperan selaku pengendali jaringan akun kloning.

"Pelaku ternyata menggunakan jaringan terorganisir dalam menjalankan aksinya. Jaringan pelaku ternyata tak hanya berada di Sulsel, tapi di berbagai daerah di Indonesia," ujar Alamsyah.

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lainnya yang disinyalir menjadi induk dari jaringan yang digunakan para pelaku.

Pelaku diduga bekerjasama dengan pihak lain yang memiliki alat atau sistem IT yang canggih.

"Diharapkan dalam waktu dekat ini dapat terungkap. Saat ini tim kembali berhasil mendeteksi yang disinyalir menjadi induk dari jaringan yang digunakan oleh para pelaku," kunci Alamsyah.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads