TOPIK TERPOPULER

400 Warga Sulsel akan Dilatih dan Dimagangkan di Perusahaan

Syachrul Arsyad
400 Warga Sulsel akan Dilatih dan Dimagangkan di Perusahaan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel mengakomodir 400 orang pekerja di Sulsel untuk ikut dalam program pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja tahun 2020. Foto : SINDOnews/Ilustrasi

MAKASSAR - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel mengakomodir 400 orang pekerja di Sulsel untuk ikut dalam program pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja tahun 2020. Baca : Pendaftaran Kartu Pra Kerja Masuki Gelombang Keenam

Kepala Disnakertrans Sulsel, Andi Darmawan Bintang menjelaskan, lewat program ini para pekerja akan dimagangkan ke perusahaan-perusahaan. "Ini sebenanrya tidak berbeda dengan bantuan kartu pra kerja. Hanya kartu pra kerja dalam bentuk uang, cuma ini dalam bentuk pengetahuan dengan pelatihan langsung. Ini untuk menghadapi pasca pandemi dimana misalnya kalau mereka nanti membuka usaha," papar Wawan yang dihubungi, kemarin.

Program pelatihan dan pemagangan ini digelar secara bertahap. Tapi khusus tahun ini, hanya mampu mengakomodir sebanyak 400 pekerja. Meski target sebelumnya bisa menggaet sebanyak 600 lebih pekerja di Sulsel.



"Tapi karena ada refocusing anggaran, sehingga sekitar 400 tahun ini yang bisa kita latih dengan dimagangkan. Untuk tahun depan kita berharap bisa ditingkatkan sampai 1000 orang lebih dilatih dan dimagangkan," urai dia.

Sebelum dimagangkan di perusahaan, ratusan pekerja ini akan menjalani program pelatihan selama sekitar sebulan. Wawan berharap, dari pemagangan di perusahaan nanti, sesuai dengan keahlian para pekerja masing-masing.

"Pelatihan sudah jalan, nanti akhir bulan ini sudah mulai dimagangkan di perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan tenaga. Kalau perusahaan cocok dan kapasitas pekerja bagus, tentu kita harap mereka langsung dipekerjakan tanpa harus mencari tenaga dari luar lagi," beber dia. Baca Juga : Rotasi Sistem Zonasi Jangan Bikin Resah Kasek dan Guru

Wawan juga berharap, dari pelatihan ini adapula yang bisa membuka usaha secara mandiri. Makanya selama pelatihan, diberi berbagai materi sesuai keahlian dan minat usaha para peserta program ini.

"Nanti kita juga akan mencarikan perusahaan untuk mencari pasar yang bisa mengakomodir produk usaha mereka. Jadi kita harap kita siapkam mereka untuk pacsa pandemi, atau mungkin meningkatkan kapasitas produksi usahanya lewat program pelatihan," harap Wawan.

Senada, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi mengaku, Pemprov Sulsel akan fokus pada pemulihan ekonomi atas dampak COVID-19. Disamping sektor penanganan kesehatan masih berjalan. Hal itu tergambar pada alokasi penganggaran yang ditarget dalam APBD Perubahan 2020.

Untuk penanganan dampak ekonomi fokus kegiatan pada barang diserahkan kepada masyarakat berupa pupuk, benih, budidaya rumput laut, alat tangkap dan alat bantu penangkapan, alsintan, bibit tanaman, bibit dan udang windu. Selain itu pemenuhan bahan baku, peralatan bagi IKM, stimulus Hingga UMKM.

Anggaran yang dialokasikan untuk itu sebesar Rp867 M lebih. Dengan fokus penganggaran untuk program kegiatan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Peternakan.

"Untuk dampak ekonomi sendiri itu yang sentuhannya termasuk mendorong kembali proyek-proyek infrastuktur padat karya. Karena kita harapkan di akhir tahun nanti kuartal keempat, ekonomi Sulsel bisa tetap tumbuh positif," sebut Edi. Baca Lagi : Pembangunan RTH di Eks Terminal Toddopuli Dibatalkan



(sri)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!