alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BBPOM Sulsel Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp338 Juta

Syachrul Arsyad
BBPOM Sulsel Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp338 Juta
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sulsel, mengamankan ratusan item kosmetik ilegal. Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sulsel, mengamankan ratusan item kosmetik ilegal dengan nilai pasaran total Rp338 juta.

"Temuan ini melalui aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya. Ini sudah sejak 22 November saat melakukan pengawasan, baik itu terhadap impor ilegal artian tidak punya izin edar," kata Kepala BBPOM Sulsel, Abdul Rahim saat menggelar rilis kasus di aula BBPOM Sulsel, Senin, (10/12/2018).

Dia merincikan, saat menggelar aksi pasar ditemukan kosmetik ilegal lokal sebanyak 287 item (merk) atau 1.904 picis. Sedangkan untuk kosmetik impor 44 item atau 175 picis.



Produk ilegal itu, kata dia, ditemukan di 17 sarana atau tempat di Makassar, baik pasar modern maupun tradisional. Seperti, Pasar Terong, Trans Mall, Mal Ratu Indah, Mal Panakkukang, dan Mal GTC. Selain itu, ada pula penemuan di pasar tradisional di Wajo.

Selain itu, lanjutnya, adapula yang penindakan langsung di salah satu sarana Makassar. Meski tak menyebut lokasi, namun Rahim membeberkan ditemukan sebanyak 36 item kosmetik ilegal lokal atau 1.150 picis.

“Jadi secara keseluruhan dari 18 sarana diketahui nilai ekonomi atau harga pasarannya Rp388 juta. Itu selama penindakan selama dua minggu," tegasnya.

Kata Rahim, kosmetik ilegal yang ditemukan ini dalam artian secara umum tidak memilik izin produksi maupun izin edar. Meski beberapa diantaranya juga dikatakan memiliki kandungan bahan yang berbahaya.

Bahkan memalsukan merk-merk kosmetik ternama. Dimana dibuat oleh bukan produsen resmi. "Rata-rata tanpa izin. Ilegal. Ada juga yg memalsukan. Tapi kita kategorikan semuanya ilegal karena tanpa izin edar," tutur dia.

Diungkapkan Rahim, temuan kosmetik ilegal ini kebanyakan berdasarkan penelusuran via online. Pasalnya, peredaran produk kosmetik memang marak diperjualbelikan melalui media sosial.

“Sistem online itukan merupakan pasar. Jadi penjualan ini cukup marak melalui itu. Karena yang namanya kosmetik, misalnya ada testimoni aneh-aneh tentu kita curigai, makanya kita telusuri," ujarnya.

Dia mengatakan, salah satu indikatornya misalnya, ada testimoni produk kosmetik yang mengakui kalau itu cepat manjur saat dipakai pengguna.

Rahim mengatakan, BBPOM masih masih akan terus melakukan pengembangan terkait temuan tersebut. Termasuk mengungkap jaringan produksi dan peredarannya.

Untuk tindak lanjut kepada 18 sarana temuan BBPOM, beber Rahim, barang-barangnya akan disita dan segera dimusnahkan.

“Kita juga akan lanjut ke proses hukum. Ada juga yang dilakukan pembinaan. Cuma kan harus ditelusuri dulu lebih jauh apakah ada unsur kesengajaan atau ketidaktahuaan. Tapi barangnya kita sita dan akan dimusnahkan dan buat pernyatan tidak akan mengulangi perbuatannya," pungkas Rahim.





(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook