alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Di Tangan Ridwan, PSI Gowa Disebut Gagal dan Nyaris Vakum

Luqman Zainuddin
Di Tangan Ridwan, PSI Gowa Disebut Gagal dan Nyaris Vakum
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Fadly Noor. Foto : Istimewa

MAKASSAR - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gowa ternyata nyaris vakum setelah gagal menyerahkan 37 calon legislatif (caleg). Kegagalan tersebut menjadi salah satu penyebab mundurnya Ketua DPD PSI Kabupaten Gowa, Muh Ridwan.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulsel, Fadly Noor kepada SINDOnews, Selasa (18/12/2018). Menurut Fadly, restrukturisasi PSI Gowa sebenarnya telah lama akan dilakukan namun ditahan untuk menjaga irama partai.

Baca Juga : Tak Sepaham dengan Pernyataan Grace, Ketua PSI Gowa Mundur

"Jadi itu bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Sudah lama dipersiapkan. Jadi, saya kasi tahu yang bersangkutan, ada pi pengganti yang siap baru kita lakukan restrukturisasi. Jadi, bukan ji isu-isu apa (Perda Syariah) sampai dia mundur. Sudah lama ini," ketus Fadly.



Sekadar diketahui, sehari sebelumnya, Senin (17/12/2018), Ridwan menyampaikan pengunduran dirinya sebagai ketua PSI Gowa sekaligus sebagai kader partai. Keputusan itu dibuat Ridwan, lantaran tidak sependapat dengan pernyataan Grace, soal Perda Syariah.

"Salah satunya itu (kebijakan partai). Termasuk statemen yang selama ini, soal kebijakan Perda syariah," ujar Ridwan.

Statemen yang dimaksud Ridwan, adalah pernyataan yang dilontarkan ketua umum PSI, Grace Natalie terhadap Perda bermuatan agama saat HUT ke-4 PSI di Tangerang, beberapa waktu lalu. Saat itu Grace bilang, jika PSI tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah.

Menurut Ridwan, dirinya sangat merasakan dampak dari pernyataan Grace tersebut. Terutama, dalam lingkungan keluarga. Menurut dia, pernyataan Grace soal perda syariah, tidak memperhatikan kultur kedaerahan.

"Saya kan rasa itu di daerah saya. Artinya kan, di setiap daerah itu masing-masing punya kultur yang berbeda-beda, baik dalam pemahaman agamanya, dan lainnya. Termasuk dari keluarga juga mempertanyakan, kenapa PSI begitu?," pungkas Ridwan.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook