alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

8.000 Ton Pupuk Bersubsidi Diklaim Habis Tersalur di Enrekang

Aris Bafauzi
8.000 Ton Pupuk Bersubsidi Diklaim Habis Tersalur di Enrekang
Aliansi Petani Bersatu (APB) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Enrekang, Kamis (20/12/2018). Foto : Aris Bafauzi/SINDOnews

ENREKANG - Penyaluran pupuk bersubdisi di Kabupaten Enrekang diklaim habis terdistribusi memenuhi kebutuhan para petani di 12 wilayah kecamatan. Hal ini terungkap saat Aliansi Petani Bersatu (APB) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Enrekang, KamisĀ  (20/12/2018).

Para pengunjuk rasa yang sebagian berasal dari kalangan mahasiswa menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang tidak becus menyalurkan pupuk bersubsidi yang dianggap sangat merugikan para petani, khususnya di wilayah Kecamatan Enrekang.

"Kemana pupuk bersubsidi, ada ratusan petani mengharapkan pupuk bersubsidi tapi tidak ada lagi. Padahal mereka menggantungkan hidupnya dari bertani yang tentunya untuk tujuan membiayai kuliah anak-anak mereka yang berkuliah," pungkas salah satu pengunjuk rasa, Hendrianto Jupri.



Sementara itu, Wakil Bupati Enrekang, Asman yang menemui para pengunjuk rasa untuk berhenti berorasi. Dia mengajak mereka untuk berdialog di ruang pola Kantor Bupati.

"Kalian datang untuk apa, untuk rakyat, kami apresiasi. Tapi tidak akan kelar permasalahan jika kalian hanya teriak-teriak saja di luar. Ayo masuk kita berbicara di dalam ruangan yang suasananya lebih enak," ajak Asman.

Saat menerima aspirasi, Asman memanggil Kepala Dinas Pertanian, Asril Bagenda untuk menjelaskan duduk persoalan di hadapan para pengunjuk rasa.

Asril Bagenda pun mengklaim jika jatah pupuk bersubsidi telah habis tersalurkan di 12 wilayah kecamatan.

"Jatah pupuk subsidi sudah habis di 2018 ini, karena memang ini pembiayaan dan kebijakan dari pusat. Enrekang mendapat jatah 8.000 ton untuk 12 kecamatan. Dan justru tempat kalian di kecamatan Enrekang khususnya wilayah Enrekang Utara mendapat jatah pupuk terbanyak yakni 1400 ton. Jadi bersabar saja, 2019 pasti ada lagi, kecuali yang tidak bersubsidi itu kapan saja bisa dibeli," jelasnya.

Usai mendengarkan penjelasan dari Asril Bagenda para pengunjuk rasa meninggalkan Kantor Bupati Enrekang. Apalagi telah dihadirkan para agen atau penyalur pupuk memberikan penjelasan.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads