alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polda Sulsel Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dana Hibah KPU

Syachrul Arsyad
Polda Sulsel Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dana Hibah KPU
Sejumlah Komisioner KPU Makassar. Foto : Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel masih mendalami dan mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pilkada pemilihan wali kota (Pilwalkot) Makassar 2018 di lingkup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan tersangka meski telah memeriksa sejumlah saksi baik dari internal pejabat hingga komisioner KPU Makassar. Bahkan penyidik telah mengambil keterangan beberapa rekanan, termasuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wirajati mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa sedikitnya 18 saksi.



Bahkan diakuinya, sejauh ini penyidik belum sampai kepada tahap penyimpulan adanya dugaan pelanggaran hukum. (Baca : Sekretaris KPU Makassar Diperiksa 5 Jam di Mapolda Sulsel)

"Belum ada (perkembangan simpulan pemeriksaan)," beber Yudha yang dikonfirmasi SINDOnews, Kamis (20/12/2018).

Sementara dari informasi yang diperoleh SINDOnews, sebelumnya KPU RI melakukan pemeriksaan di sekretarit KPU Makassar guna mengejar selisih anggaran kurang lebih Rp2 miliar. (Baca : Kejar Selisih Anggaran Rp2 Miliar, KPU RI Periksa KPU Makassar)

Selain itu, sejumlah PPK dan PPS se-Kota Makassar belum menerima honornya saat bertugas di Pilwalkot Makassar, Juli 2018 lalu. (baca : Polda Telusuri Honor PPK se-Makassar yang Belum Terbayar)

(Baca : Komisioner Tuding Sekretaris KPU Makassar Tahan Honor PPK Rp1,3 M)

Lebih lanjut kata Yudha, penyidik saat ini masih melakukan analisa terhadap keterangan seluruh saksi. Hanya saja dia enggan membeberkan hasil pemeriksaan saksi-saksi.

"Belum boleh saya utarakan, karena proses masih lidik," ketusnya.

Adapun hasil audit intern Inspektorat Setjen KPU RI yang sedianya bakal dijadikan dasar pemeriksaan terhadap kasus ini, juga belum diterima penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel. Meski begitu, pihaknya terus berkoordinasi dengan KPU pusat atas permintaan tersebut. (Baca : Dalami Dugaan Kasus KPU Makassar, Penyidik Polda Sambangi KPU RI)

Terkait dengan penyitaan sejumlah aset KPU Makassar oleh pihak rekanan, Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono dikonfirmasi terpisah mengaku, penyidik tidak ada masalah terkait penyitaan tersebut.  (Baca : Miliki Piutang Ratusan Juta, PT Airmas Ambil Barangnya di KPU)

Yang jelas menurut dia secara teknis penyidik tetap akan melaksanakan tahap-tahap sesuai prosedur penyidikan.  (Baca : PT Airmas Bongkar Tunggakan Pembayaran KPU Makassar Rp368 Juta)

"Pada saat penyelidikan penyidikan kami penyidik tidak ada kewenangan menyampaikan hasil penyelidikan ke media karena sudah ada bagian yang ke media," tutur Yudhiawan.

Berikut 18 saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik :

Internal KPU Makassar :

1. Haeryyah (kasubag teknis)
2. Ustar Jaya (kasubag umum)
3. Aryastuti Arudji (kasubag program dan data)
4. Andriati Ismail (kasubag hukum)
5. Andi Saefuddin (komisioner divisi hukum)
6. Wahid Hasyim (komisione divisi sdm)
7. Sabri (sekretaris KPU)
8. Habibi (bendahara pengeluaran)
9. Nikolas (bendahara pengeluaran).

Eksternal KPU Makassar :

1. Nuraedah (kasubag keuangan BPKD Kota Makassar)
2. Yusuf Ato (bendahara BPKD kota Makassar)
3. Suyuti Syam (PPK Manggala)
4. Muh Yunus Rivai (PPK Rappocini)
5. Khusnul Khatimah (marketing Hotel Claro Makassar)
6. Syafruddin (bendahara PPK Tamalate)
7. Tamsir (PPK Biringkanayya)
8. Husain (PPK Tallo)
9. Poltak David Aditia (Kuasa Direksi PT Air Mas Antero)



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook