alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wilayah Pesisir Galesong Utara Dilanda Abrasi, Satu Rumah Roboh

Luqman Zainuddin
Wilayah Pesisir Galesong Utara Dilanda Abrasi, Satu Rumah Roboh
Kondisi pemukiman warga Desa Tamasaju di Kecamatan Galesong Utara, kabupaten Takalar. Foto : Luqman Zainuddin/SINDOnews

TAKALAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar mengungkapkan sejumlah desa di Kabupaten Takalar dilanda abrasi khususnya di wilayah pesisir laut Kecamatan Galesong Utara.

Bahkan, dampak abrasi telah merobohkan satu unit rumah warga di Desa Tamasaju pada Minggu (23/12/2018). Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.

"Di desa Tamasaju itu sangat parah. Sudah Ada satu rumah yang rubuh. Jika tidak cepat diantisipasi, tiga rumah yang di sampingnya akan rubuh juga. Paling 3 atau 4 hari ke depan saya perkirakan sudah rubuh," terang salah satu anggota Divisi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Takalar, Basri Raga, via telepon seluler, Rabu (26/12/2018).



Selain Desa Tamasaju, kata Basri, desa lain yang juga terkena abrasi yakni Desa Aeng Batu Batu dan Desa Sampulungan. Abrasi di Desa Sampulungan mengakibatkan lahan di salah satu tempat pemakaman umum (TPU) nyaris habis.

"Ada pekuburan yang sudah hampir habis. Kita bisa lihat di situ sudah berserakan di situ tulang-tulang, kain kafan," sambung Basri Raga.

Sejauh ini kata Basri, satu-satunya langkah antisipatif yang bisa dilakukan adalah penanggulan dengan menggunakan karung-karung pasir.

"Tapi, kalau untuk Sampulungan dan desa Tamasaju itu tidak bisa lagi dengan karung. Karena, tanahnya tanah padat. Baru ada sekitar 20 atau 30 meter tanah padat yang hilang. Tidak bisa lagi dengan karung di situ. Jadi, harus dengan batu gajah atau upaya lain," jelasnya.

Dia menambahkan, abrasi tersebut disebabkan kondisi cuaca yang cukup ekstrim.

"Pokoknya, kalau air pasang, gelombang tinggi ditambah dengan hujan deras, maka pengikisan banyak terjadi. Kemungkinan dampak dari itu juga (pengerukan)," kunci Basri.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook