alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penggemarnya Rasis, Inter Dihukum Bertanding Tanpa Penonton

Kurniawan Eka Mulyana
Penggemarnya Rasis, Inter Dihukum Bertanding Tanpa Penonton
KALIDOU KOULIBALY. Inter Milan akan memainkan dua pertandingan kandang mereka tanpa suporter, sementara pada pertandingan ketiga sebagian stadion akan ditutup. Foto: Alberto Lingria/Reuters

MILAN - Inter Milan akan memainkan dua pertandingan kandang mereka tanpa suporter, sementara pada pertandingan ketiga sebagian stadion akan ditutup.

Hal itu merupakan keputusan hakim liga pada Kamis (27/12/2018), sebagai hukuman bagi para penggemar mereka yang secara rasial melecehkan seorang pemain Napoli.

Putusan itu diambil sehari setelah Kalidou Koulibaly menjadi sasaran pendukung Inter yang mengarahkan suara monyet kepadanya sepanjang pertandingan Seria A di Stadion San Siro Milan.



Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, mengatakan dia meminta tiga permohonan agar pertandingan dihentikan tetapi permintaannya diabaikan.

Koulibaly, bek Senegal kelahiran Prancis, akhirnya diusir keluar dalam pertandingan itu sehingga Napoli kalah 1-0.

"Saya pikir kartu merah Koulibaly adalah karena kondisi pikirannya yang sangat khusus. Dia dihina selama seluruh pertandingan," kata Ancelotti pada konferensi pers pasca-pertandingan.

"Kami meminta federasi untuk melakukan sesuatu tentang hal itu tetapi mereka hanya membuat beberapa pengumuman dan pertandingan itu tidak ditunda seperti yang kami tuntut," imbuhnya.

Ancelotti juga mengancam akan memimpin timnya keluar lapangan saat salah satu pemainnya menjadi sasaran pelecehan rasis.

Giuseppe Sala, walikota Milan, meminta maaf kepada Koulibaly, menyebut penyalahgunaan itu sebagai "tindakan memalukan terhadap atlet yang disegani".

Italia, serta negara-negara Eropa lainnya, telah berjuang untuk memerangi rasisme dan membasmi nyanyian rasis selama pertandingan.

Tahun lalu, pemain Ghana, Sulley Muntari dikeluarkan dari lapangan setelah berhadapan dengan para penggemar yang melecehkannya selama pertandingan untuk Pescara.

Striker Italia, Mario Batlotelli juga menjadi target yang berulang. Awal tahun ini, para penggemar tim nasional membentangkan spanduk bertuliskan, "Kapten saya berdarah Italia". Hal itu muncul ketika ada saran untuk menunjuk Balotelli, yang lahir dari orang tua Ghana di Palermo, diberi kesempatan untuk menjadi kapten Italia

Koulibaly sendiri telah dilecehkan secara rasial beberapa kali, termasuk oleh penggemar Lazio dua tahun lalu.

Pada 2013, tim AC Milan meninggalkan lapangan selama pertandingan persahabatan di kota Busto Arsizio setelah para pendukung tuan rumah menghina gelandang Ghana Kevin-Prince Boateng.

Pavel Klymenko, dari badan anti-diskriminasi Football Against Racism di Eropa, mengatakan rasis terbaru melawan Koulibaly adalah ujian besar bagi mereka yang bertanggung jawab atas permainan Italia.

"Mereka harus menangani masalah ini dengan serius. Ini adalah ujian bagi kepemimpinan baru FA Italia (federasi sepakbola). Mereka harus mendapatkan ini dengan benar," katanya kepada Al Jazeera.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif