alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Olahan Roti Warga Binaan Lapas Makassar Siap Bersaing di Pasaran

Budi Santoso
Olahan Roti Warga Binaan Lapas Makassar Siap Bersaing di Pasaran
Produk roti olahan warga binaan Lapas Klas I Gunungsari Makassar yang dinamakan Dlaps Bakery. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Gunungsari Makassar diberi pembinaan pengembangan sumber daya termasuk pengembangan minat dan bakat.

Alhasil, amanah undang-undang nomor 12 tahun 1995 tentang tata cara pelaksanaan pembinaan narapidana ini berhasil dikembangkan.

Kelompok binaan mampu menciptakan olahan industri rumahan seperti roti dan donat. Berkat bimbingan petugas Bidang Kegiatan Kerja Lapas Klas I Makassar, produk industri mereka yang dinamakan D'laps Bakery siap bersaing di pasaran.



Bahkan saat ini, roti, donat, pisang dengan varian rasa coklat, keju, abon, selai sudah mulai dipasarkan di sejumlah kantin dan koperasi di lingkungan Lapas Klas I Makassar.

Kepala Satuan Kerja Lapas (Kalapas) Klas I Makassar, Budi Sarwono pun sangat berharap agar seluruh warga binaan bisa terampil dan mandiri berbekal saat bebas nantinya.

Untuk D'laps Bakery sendiri, dia juga berharap agar jumlah pekerjanya makin bertambah.

"Fokus kita adalah pembinaan kepada warga binaan, untuk urusan pemasaran sudah ditangani oleh bidang kegiatan kerja beserta salah seorang warga binaan yang memiliki chanel pasar di luar," kata Budi, Jumat (28/12/2018).

"Sementara untuk keuntungannya tetap akan dilelola oleh Lapas Makassar, namun lapas lebih berfokus ke pembinaanya karena diharapkan skill yang diperoleh oleh warga binaan dapat menjadi keterampilan ketika ia bebas," sambung Kalapas.

Lebih lanjut kata dia, D'laps Bakery saat ini telah menerima pesanan yang siap antar. Mengenai rasa dan kualitas hasil produksinya dijamin tidak menggunakan bahan pengawet.

"D’Laps Bakery hanya bertahan hingga 4 sampai 5 hari, untuk produksinya setiap hari D’Laps Bakery menerima pesanan hingga 500 roti perhari tergantung dari permintaan pasar, dan pesanan yang datang. Namun diperkirakan D’Laps Bakery akan menargetkan penjualan rotinya hingga 1000 biji perhari, dengan memperluas penjualan roti," terang Budi.

Sementara itu, salah satu warga binaan, Anto mengaku semangat menggeluti dunianya yang baru selaku pekerja di D'laps Bakery.
Berbekal pengalaman dia berniat untuk mengembangkan bisnis tersebut jika telah menghirup udara segar nantinya.

“kegiatan ini menjadi bekal yang yang sangat berharga selama menjalani pembinaan di Lapas. Selama ini saya hanya memiliki kemampuan kerja di salah satu kantor. Di sini saya dilatih bagaimana mengemas dan membuat roti dan donat yang rasanya enak dan digemari. Tiap hari kami produksi 5 kilo tepung per hari, dengan jumlah roti mencapai 500 biji perhari," ucapnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif