alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembangunan RS Batua Molor, Dewan Desak Pemkot Jatuhkan Sanksi

Hasdinar Burhan
Pembangunan RS Batua Molor, Dewan Desak Pemkot Jatuhkan Sanksi
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua molor dari batas waktu pengerjaan. Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota (Pemkot)Makassar menjatuhkan denda terhadap rekanan kerja proyek tersebut.

Sesuai kontrak pekerjaan proyek RS Batua Tahap I selesai akhir Desember 2018. PT Sultana Anugerah selaku kontraktor, diberi batas waktu selama tiga bulan untuk merampungkan pembangunan senilai Rp25,5 miliar tersebut. Tetapi sampai saat ini pengerjaan proyek RS rujukan tipe C ini belum juga selesai.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mudzakkir Ali Djamil menyayangkan, proses pembangunan RS Batua tidak selesai tepat waktu. Padahal, RS tersebut sangat dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Manggala sebagai rumah sakit pertama di kecamatan tersebut. Apalagi, pemerintah telah menganggarkan dana miliaran untuk pembangunan RS tersebut.



“Proyek pembangunan gedung baru RS Batua seharusnya sudah selesai Desember 2018, tapi belum selesai sampai sekarang,” katanya.

Atas keterlambatan ini, legislator Partai Keadilan Sejahtera ini, mengimbau agar pemerintah bertindak tegas atas rekanan kerja proyek tersebut. Sesuai dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, proyek yang belum rampung hingga jangka waktu pengerjaan diberi waktu perpanjangan hingga 50 hari. Jika belum selesai, pihak pemenang lelang akan dikenai denda.

“Sesuai peraturan yang berlaku, proyek yang belum selesai ditambah jangka waktu pengerjaannya. Kalau masih molor lagi, kontraktor harus didenda berapa persen dari nilai kontraknya. Bahkan dendanya itu dihitung per hari” jabarnya.

Pihak kontraktor tetap harus menyelesaikan pekerjaannya dan membayar denda sesuai dengan ketentuan tersebut. “Meskipun sudah ganti tahun, proyek yang tertunda harus tetap jalan, dan pemenang lelang harus menyelesaikan pekerjaannya,” tambahnya.

Ia pun mengimbau pihak Dinas Kesehatan Kota Makassar menahan pembayaran anggaran pembangunan RS tersebut hingga proses penyelesaian pembangunan itu rampung.
“Makanya, kita minta Dinas Kesehatan jangan dibayarkan dulu kalau belum selesai pembangunannya,” katanya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads